nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Jepang Rela Habiskan Duit demi 'Pokemon Go'

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 13 Juli 2017 11:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 13 326 1735220 masyarakat-jepang-rela-habiskan-duit-demi-pokemon-go-0T5RNWexnU.jpg (Foto: Ubergizmo)

JAKARTA - Mikrotransaksi dalam game tampaknya menjadi metode populer yang digunakan oleh developer dan publisher untuk mendapatkan keuntungan. Motode tersebut bisa ditemukan baik dalam game berbayar maupun gratis yang menawarkan beragam item.

Dalam beberapa hal, pengembang game mampu meraup keuntungan dari metode tersebut. Seperti yang dialami oleh ‘Pokemon Go’. Game mobile buatan Pokemon Company dan Niantic tersebut baru saja dilaporkan mendapat untung USD1,2 miliar.

Menurut penuturan Ubergizmo, Kamis (13/7/2017), yang bersumber dari peneliti pasar Sensor Tower, diketahui bahwa pengguna ‘Pokemon Go’ di kampung halamannya Jepang lebih banyak menghabiskan uangnya ketimbang negara lain.

Sensor Tower melaporkan kebiasaan transaksi pemain Pokemon Go dari beberapa negara di tiga benua yakni Asia, Amerika, dan Eropa. Dari semua negara yang terdaftar, pemain di Jepang ternyata lebih loyal dengan nilai transaksi rata-rata sebesar USD26.

Pemain di Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan nilai transaksi rata-rata sebesar USD7,70. Hal ini diikuti oleh Kanada di USD7,60, Australia sebesar USD6,20, Jerman sebesar USD6,10, Swedia sebesar USD5,90, Inggris oleh USD5, Taiwan sebesar USD4,60, Korea Selatan sebesar USD3, dan Prancis sebesar USD2,80.

Meski pemain ‘Pokemon Go’ di Jepang terbilang yang paling tinggi dalam mengeluarkan uangnya, namun Amerika Serikat disebut masih berkontribusi lebih besar bagi Niantic. Warga AS menyumbang keuntungan sebesar USD424 juta sedangkan Jepang USD318 juta.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini