Nih! Cara Berantas Konten Radikal agar Tak Menyebar di Media Sosial

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 16 Juli 2017, 12:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 16 207 1737453 nih-cara-berantas-konten-radikal-agar-tak-menyebar-di-media-sosial-rG65JalK1k.jpeg Ilustrasi (Foto: Entrepreneur)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan memutus akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Pemblokiran dilakukan karena Telegram dinilai mendukung paham radikalisme serta terorisme.

Dalam keterangannya, Kominfo mengungkapkan bahwa pemblokiran dilakukan karena banyak kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Ahli Informasi dan Transaksi Elektronik, Dr. Ronny, M.Kom, M.H mengatakan, jalinan kerjasama diperlukan antara Pemerintah dengan pihak penyelenggara atau pengelola aplikasi Telegram. Bila ini telah benar-benar dilakukan, maka diharapkan dapat memberantas penyebaran konten ilegal.

"Kementerian Kominfo pun akan menyambut baik jika ada keinginan baik pengelola Telegram mau berkoordinasi dan bekerjasama dengan baik di antaranya dalam hal pemberantasan konten ilegal," kata Ronny.

Tidak hanya Telegram, terhadap aplikasi lainnya serta media sosial yang banyak dipakai di Tanah Air, pemerintah perlu menjalin kerjasama dengan penyedia layanan-layanan itu.

"Jika pemblokiran akses Telegram tidak terjadi lagi maka pengguna Telegram dari Indonesia bergembira. Pengelola Telegram juga senang apalagi Pemerintah Indonesia. Kedepan jalinan kerjasama menjadi kunci pada berbagai layanan teknologi," jelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini