Mantap! Ekspansi di Asia Tenggara, Alibaba Siap Gelontorkan Rp6,66 Triliun ke Startup Lokal

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017, 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 25 207 1743494 mantap-ekspansi-di-asia-tenggara-alibaba-siap-gelontorkan-rp6-66-triliun-ke-startup-lokal-Wg4U9fvaqp.jpg (Foto: Bloomberg)

JAKARTA – Alibaba Group kabarnya tengah dalam pembicaraan untuk melakukan investasi besar di Tokopedia. Sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan keduanya berpotensi mencetak kesepakatan untuk mempercepat ekspansi ke wilayah dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir Bloomberg, Selasa (25/7/2017), menurut sumber, perusahaan asal China itu sedang dalam tahap negosiasi untuk memimpin putaran pendanaan di Tokopedia hingga mencapai USD500 juta atau sekira Rp6,66 triliun. Ia mengatakan kesepakatan ini bersifat pribadi sehingga dirinya tak ingin diidentifikasi.

Alibaba yang telah mengendalikan Lazada Group akan bergabung dengan BackBank Group Corp dan Sequoia Capital, jika pendanaan yang dicanangkannya sudah dijalankan.

Baca juga: Alibaba Tertarik Bikin Speaker Pintar?

Aliansi Tokopedia dengan Alibaba kemungkinan akan menghalangi kesepakatan dengan JD.com yang juga tengah melakukan pembicaraan untuk menginvestasikan ratusan juta dolar di Tokopedia, seperti diungkap salah seorang sumber kepada Bloomberg pada Mei.

Sayangnya, perwakilan Alibaba dan JD menolak untuk berkomentar. Begitu pula dengan Tokopedia yang tidak segera memberikan tanggapannya.

Di sisi lain, perusahaan teknologi terbesar China seperti Tencent mempercepat investasinya ke Asia Tenggara, sebagai langkah pertama dalam upaya bersama memperluas ekspansi mereka. Alibaba telah menjadi perusahaan yang paling agresif dari rekan-rekannya, yang tak hanya membentuk jaringan operasi e-commerce namun juga pembayaran digital untuk mengantisipasi Amazon.com.

Sementara itu, saham Alibaba sedikit berubah dalam perdagangan di Amerika Serikat (AS). Alibaba mengatakan pada Juni telah menginvestasikan USD1 miliar lagi untuk meningkatkan kepemilikannya di Lazada yang berpusat di Singapura, sehingga kini menjadi 83%.

Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan kendali startup yang tumbuh cepat dalam ekspansinya di Asia Tenggara.

Baca juga: Tak Bisa Diakses, Situs Tokopedia, BukaLapak, dan JD Down?

Pemasukan Indonesia sendiri sebagai pasar e-commerce diperkirakan akan naik menjadi USD65 miliar pada 2020 dari tahun ini yang baru mencapai USD8 miliar, seperti dilaporkan oleh Macquarie Research.

Sekadar informasi, Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya pada 2009. Model bisnisnya mirip Taobao Alibaba yang mencocokkan pelanggan dengan pedagang, bukan menjual produk miliknya sendiri. Tokopedia sebelumnya mendapat kucuran dana USD100 juta dari SoftBank dan Sequoia Capital pada 2014.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini