Wuih! Ramalan Steve Jobs soal Flash yang Jadi Kenyataan

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 207 1744302 wuih-ramalan-steve-jobs-soal-flash-yang-jadi-kenyataan-BJPLIk8isp.jpg (Foto: CNBC)

JAKARTA - Pendiri Apple, Steve Jobs, memprediksi kematian teknologi Flash sebelum Adobe berencana menghentikan program tersebut pada 2020.

Jobs –sapaan akrabnya— mengungkap ramalan tersebut pada awal 2010 atau setelah memperkenalkan perangkat iPad untuk pertama kalinya. Saat itu ia berbicara di depan karyawan Apple pada sesi tanya jawab yang digelar di Town Hall.

Sebagaimana dilaporkan Phone Arena, Kamis (27/7/2017), Steve Jobs meragukan kemampuan Flash karena dianggap terlalu banyak kecacatan (bug). Hal tersebutlah yang menjadi penyebab iPhone tak mendukung teknologi tersebut.

Baca juga: Muncul Buku yang Mengungkap Rahasia Kesuksesan Apple

Jobs mengatakan bahwa Flash kadangkala menyebabkan komputer Mac menjadi bermasalah atau crash. Ia kemudian meramalkan nasib Flash di masa depan yang dikatakannya akan segera usang karena tak ada orang yang akan menggunakannya lagi.

Alih-alih menggunakan Flash, Jobs memprediksi bahwa HTML5 akan menggantikan perannya. Ia menjelaskan bahwa HTML5 merupakan program yang digunakan Google agar peramban (browser) baru dapat mendukung Google Voice.

Program tersebut, lanjut Steve Jobs, digunakan Google untuk melewati Apple Store dan berjalan di peramban mobile Safari. Jobs mengatakan bahwa Adobe memiliki potensi untuk melakukan hal yang besar hanya saja perusahaan itu dianggapnya terlalu malas.

Ramalan pendiri Apple itu pun menjadi kenyataan, setidaknya di masa mendatang. Adobe telah mengumumkan penurunan penggunaan teknologi Flash saat ini. Sehingga perusahaan akhirnya berencana untuk mematikan Flash pada 2020.

Baca juga: Wow, Sepatu Besutan Seteve Jobs Ini Dilelang Rp199 Juta Lho!

Adobe melaporkan pada 2014, 80% dari pengguna harian Chrome mengunjungi sebuah website dengan menggunakan Flash. Jumlahnya kemudian menurun pada tahun ini sebesar 17%.

Adapun penyebab utama ditinggalkannya Flash oleh beberapa produsen browser seperti Google dan Mozilla ialah karena masalah keamanan. Ramalan Steve Jobs pada tujuh tahun silam pun terbukti benar.

Flash sendiri merupakan teknologi pendukung pada sebuah browser. Software tersebut dapat memungkinkan sebuah browser untuk menampilkan gambar gerak seperti animasi atau video di Youtube.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini