Share

Merger Operator Seluler, CEO Indosat Ooredoo: Konsolidasi Antar Operator Harus Dilakukan

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 54 1744453 merger-operator-seluler-ceo-indosat-ooredoo-konsolidasi-antar-operator-harus-dilakukan-bFmliTkoX9.jpeg (Foto: Lely Maulida/Okezone)

JAKARTA – Rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk merekomendasikan konsolidasi atau merger bagi para operator telekomunikasi semakin menguat. Hal ini kembali ditegaskan oleh Kominfo yang akan mengancam pencabutan izin usaha jika operator yang dinilai layak tak melakukan konsolidasi.

“Memang kita kelebihan operator, harus dikonsolidasi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Indonesia Technology Forum di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Menanggapi rekomendasi tersebut, CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, menyatakan bahwa konsolidasi memang harus dilakukan. Namun keputusan tersebut tak bisa dilakukan oleh dirinya yang berada di level manajemen perusahaan.

“Logikanya memang konsolidasi itu harus. Kami sebagai manajemen melakukan apa yang bisa dilakukan di level manajemen. Konsolidasi kan di atas, kita jalanknn di level kita,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, langkah konsolidasi dalam sebuah prusahaan dibahas oleh pejabat yang berada di level komisaris untuk pengesahannya.

Sementara itu, konsolidasi menurutnya memiliki berbagai dampak yang positif dan negatif. Alex menjelaskan dari sisi manajemen, akan terjadi value yang lebih bagus jika terjadi konsolidasi. Selain itu, masalah perang harga yang kerap terjadi di antara operator telekomunikasi Tanah Air juga akan terminimalisir berkat konsolidasi tersebut.

Di sisi lain, konsolidasi menurut Alex kemungkinan akan merugikan pelanggan. “Kalau konsolidasi terjadi antara operator yang kecil-kecil, awalnya dua bisa saingan harga sekarang satu bareng dan harganya dimahalin ya yang rugi pelanggan. Makanya peran pemerintah itu enggak gampang untuk mencari titik balance-nya,” paparnya.

Seperti diketahui jumlah operator seluler di Indonesia tercatat lebih dari lima perusahaan. Hal ini turut membuat persaingan semakin sengit hingga terjadi perang tarif antaroperator. Oleh karenanya, konsolidasi menjadi solusi yang direkomendasikan oleh pemerintah.

Menurut Alex, idealnya jumlah operator seluler tidak lebih dari tiga operator. Namun tentunya semua operator tersebut harus dalam posisi yang seimbang agar tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

“Kalau di negara maju memang tidak bisa lebih dari 4. Tapi ya memang nggak bisa besar atau kecil kalau mau sehat. Namun pelanggan juga harus diberikan pilihan. Enggak bisa kalau yang satu besar yang satu kecil ya itu namanya bukan pilihan, kepaksa dong nanti,” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini