Share

Operator Seluler Dijadikan 3, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia: Kami Setuju Merger Operator Seluler

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 54 1745619 operator-seluler-dijadikan-3-asosiasi-telekomunikasi-seluruh-indonesia-kami-setuju-merger-operator-seluler-Z8xsbAO2qT.jpeg (Foto: Ubergizmo)

JAKARTA – Rencana konsolidasi atau merger operator telekomunikasi yang diungkap oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rupanya disambut baik oleh beberapa operator Tanah Air. Belum lama ini Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyampaikan bahwa jumlah operator telekomunikasi di Indonesia berlebihan. Oleh karenanya ia merekomendasikan untuk konsolidasi.

Danny Buldansyah, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan bahwa dirinya menyetujui konsolidasi yang diusulkan pemerintah. Ia juga mengakui bahwa jumlah operator di Indonesia terlalu banyak.

“Setuju sekali. Operator memang terlalu banyak,” kata Danny saat dihubungi Okezone, Jumat (28/7/2017).

Menurutnya, jumlah ideal operator telekomunikasi di Tanah Air adalah tiga atau maksimal empat operator. Konsolidasi, kata Danny akan membuat industri operator seluler menjadi efisien. Selain itu, konsolidasi operator juga akan meminimalisir perang harga antaroperator sehingga persaingan menjadi lebih sehat.

Baca: Duh! Persaingan Tak Sehat, Menkominfo Usul Operator Lakukan Merger

Namun ia menyatakan bahwa aturan untuk konsolidasi masih kurang memotivasi. Menurutnya, pemerintah pelu mengalokasikan aturan yang tepat untuk menetapkan konsolidasi operator telekomunikasi.

“Konsolidasi setuju, yang harus diperhatikan adalah bagaimana memotivasi agar konsolidasi bisa terjadi. Aturannya masih kurang memotivasi,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan pemerintah menerapkan aturan konsolidasi yang tidak merugikan operator seluler.

“Jangan sampai mengusulkan konsolidasi tapi spektrum harus dikembalikan,” kata Danny.

Menkominfo sendiri menyatakan aturan untuk konsolidasi akan dirancang tahun ini meski proses sosialisasinya bertahap agar masyarakat mengetahui hal tersebut.  Aturan itu bisa saja dirancang dalam bentuk peraturan menteri (permen), agar operator seluler mengindahkan rekomendasinya.

"Bisa (permen), kasih peringatan (konsolidasi) jeda tujuh hari setelah itu harus dicabut, tinggal nanti pelanggannya gimana kan tinggal gitu. Sekarang ini bagian dari sosialisasi, kan udah lama sejak saya masuk udah bicara ini terus. Keputusannya tahun ini sudah pasti,” terang Rudiantara.

Baca juga: Soal Merger Operator, KPPU: Konsolidasi adalah Solusi Paling Bagus

Konsolidasi juga dinilai sebagai solusi yang bagus, seperti disampaikan oleh Ketua Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf. Menurutnya, langkah konsolidasi akan menjadikan kompetisi antaroperator menjadi lebih sehat.

“Konsolidasi dengan cara akuisisi atau merger sehingga terjadi kompetisi yang seimbang, apalagi untuk high tech. Konsolidasi akan membawa kompetisi antar operator menjadi lebih sehat,” katanya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini