Merger Operator Seluler, Tri Indonesia: Kami Siap Konsolidasi

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 54 1745682 merger-operator-seluler-tri-indonesia-kami-siap-konsolidasi-KDQYEPW2l6.jpg (Foto: Insurance Journal)

JAKARTA – Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia terbilang berlebihan. Hal tersebut turut membuat perang tarif marak terjadi hingga menjadikan persaingan di antara operator menjadi tidak sehat.

Mengatasi masalah tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merekomendasikan operator telekomunikasi untuk melakukan konsolidasi atau merger. Hal ini juga rupanya disambut baik oleh Tri Indonesia.

“Setuju sekali (konsolidasi). Yang harus dipikirkan adalah bagaimana memotivasi agar konsolidasi bisa terjadi,” kata Wakil Direktur Tri Indonesia, Danny Buldansyah, saat dihubungi Okezone, Jumat (28/7/2017).

Meski ia setuju dengan usulan konsolidasi, namun menurut Danny pemerintah tidak bisa menentukan operator yang berkewajiban konsolidasi. Hal tersebut menurutnya akan datang sendiri secara bisnis. Artinya perusahaan mampu menilai mana yang layak untuk dileburkan.

Baca: Duh! Persaingan Tak Sehat, Menkominfo Usul Operator Lakukan Merger

Danny pun menegaskan bahwa perusahaannya memiliki rencana untuk konsolidasi.

“Kita siap konsolidasi, setiap operator pasti punya rencana untuk konsolidasi. Kalau dibeli enggak mau, kemungkinan membeli atau bergabung,” terang Danny.

Dijelaskan Danny, para pemegang saham Tri Indonesia masih tetap ingin eksis di pasar, sehingga kemungkinan untuk perusahaannya adalah mengakuisisi perusahaan lain atau bergabung.

“Kalau melihat para pemegang saham ingin tetap eksis di pasar, kalau dibeli enggak mau,” kata Danny.

Hal serupa juga disampaikan oleh CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, belum lama ini. Alex mengakui bahwa jumlah operator di Indonesia terbilang berlebihan, oleh karenanya ia sepakat dengan usulan Kominfo untuk konsolidasi.

“Logikanya memang konsolidasi itu harus,” kata Alex dalam seminar terkait tarif data.

Namun diakui Alex keputusan konsolidasi tak bisa ditentukan oleh dirinya yang berada dalam level manajemen perusahaan. Menurutnya, langkah konsolidasi dalam sebuah perusahaan dibahas oleh pejabat yang berada di level komisaris untuk pengesahannya.

Baca juga: Merger Operator Seluler, CEO Indosat Ooredoo: Konsolidasi Antar Operator Harus Dilakukan

Sementara itu, konsolidasi menurutnya memiliki berbagai dampak yang positif dan negatif. Alex menjelaskan dari sisi manajemen, akan terjadi value yang lebih bagus jika terjadi konsolidasi. Selain itu, masalah perang harga yang kerap terjadi di antara operator telekomunikasi Tanah Air juga akan terminimalisir berkat konsolidasi tersebut.

Di sisi lain, konsolidasi menurut Alex kemungkinan akan merugikan pelanggan.

“Kalau konsolidasi terjadi antara operator yang kecil-kecil, awalnya dua bisa saingan harga sekarang satu bareng dan harganya dimahalin ya yang rugi pelanggan. Makanya peran pemerintah itu enggak gampang untuk mencari titik balance-nya,” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini