Soal Merger Operator Seluler, XL Axiata: Kami Sepakat Konsolidasi

Lely Maulida, Jurnalis · Sabtu 29 Juli 2017, 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 29 54 1746225 soal-merger-operator-seluler-xl-axiata-kami-sepakat-konsolidasi-arMbPFmGWl.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Usulan konsolidasi atau merger yang direkomendasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapat respons positif dari berbagai operator telekomunikasi Tanah Air. Beberapa operator setuju dengan usulan Kominfo untuk konsolidasi dengan tujuan membuat persaingan antaroperator menjadi lebih sehat.

Seperti beberapa operator lainnya, XL Axiata juga sepakat dengan rekomendasi dari Kominfo untuk konsolidasi, terlebih dengan tujuan untuk menyehatkan industri telekomunikasi Tanah Air.

“Kami setuju dengan pandangan tersebut (konsolidasi), khususnya karena rencana konsolidasi tersebut didasari oleh tujuan untuk membangun industri telekomunikasi yang lebih sehat,” kata Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication XL Axiata kepada Okezone, Sabtu (29/7/2017).

Langkah konsolidasi bahkan telah dilakukan operator yang khas dengan warna biru ini. Pada 2014, diketahui XL Axiata melakukan merger dan mengakuisisi Axis. Berkaca dari keputusannya tersebut, XL Axiata menyakini bahwa konsolidasi memberikan dampak yang positif.

“Kami juga telah melakukan konsolidasi saat merger dan akuisisi Axis tahun 2014 dan membuktikan bahwa konsolidasi tersebut membawa manfaat yang positif bagi industri maupun bagi perusahaan kami,” terang wanita yang kerap disapa Ayu itu.

Meski diusulkan, aturan untuk konsolidasi masih belum dirancang oleh Kominfo. Dalam gelaran seminar terkait tarif data di Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyatakan bahwa aturan konsolidasi akan dirancang tahun ini. Aturan tersebut memiliki kemungkinan dibuat dalam peraturan menteri (permen) agar operator semakin terdorong untuk melakukan konsolidasi.

Baca: Operator Seluler Dijadikan 3, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia: Kami Setuju Merger Operator Seluler

Diakui Danny Buldansyah, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Tri Indonesia, belum adanya aturan turut membuat operator kurang termotivasi untuk melakukan konsolidasi. Oleh karenanya, Danny menyatakan pemerintah perlu mengalokasikan aturan yang tepat untuk menetapkan konsolidasi operator telekomunikasi.

“Konsolidasi setuju, yang harus diperhatikan adalah bagaimana memotivasi agar konsolidasi bisa terjadi. Aturannya masih kurang memotivasi,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan pemerintah menerapkan aturan konsolidasi yang tidak merugikan operator seluler.

“Jangan sampai mengusulkan konsolidasi tapi spektrum harus dikembalikan,” kata Danny.

Baca juga: Merger Operator Seluler, Tri Indonesia: Kami Siap Konsolidasi

Di sisi lain, ia mengakui bahwa operator seluler yang dipimpinnya yakni Tri Indonesia siap untuk melakukan konsolidasi.

“Kita siap konsolidasi, setiap operator pasti punya rencana untuk konsolidasi. Kalau dibeli enggak mau, kemungkinan membeli atau bergabung,” terang Danny.

Smartfren juga menyetujui usulan konsolidasi, seperti diungkapkan Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren kepada Okezone. Namun ia tak dapat mengungkapkan rencana Smartfren terkait konsolidasi, karena keputusannya berada di pihak share holder.

Indosat Ooredoo bahkan lebih dulu buka suara dan menyatakan setuju dengan rekomendasi Kominfo, meski belum dapat menentukan rencana konsolidasinya.

“Logikanya memang konsolidasi itu harus. Kami sebagai manajemen melakukan apa yang bisa dilakukan di level manajemen. Konsolidasi kan di atas, kita jalankan di level kita,” ujar CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Baca juga: Merger Operator Seluler, CEO Indosat Ooredoo: Konsolidasi Antar Operator Harus Dilakukan

Diakui beberapa operator tersebut, jumlah operator di Indonesia memang berlebihan. Seperti diketahui, operator telekomunikasi yang beroperadi di Indonesia ada tujuh operator seperti disampaikan oleh Deva Rachman, Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo.

Sementara itu, Telkomsel belum memberikan komentarnya terkait usulan konsolidasi Kominfo. Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, saat dihubungi Okezone hanya mengatakan “Buat kami yang terpenting adalah bagaimana operator tetap dapat memberikan layanan yang berkualitas dengan tarif yang terjangkau dan tetap dapat membangun.”

Baca juga: Jabat Tangan! Operator Seluler di Indonesia Sepakat Merger

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini