Startup Lokal Dapat Suntikan Dana, Pengamat IT: Indonesia Saat Ini Keranjingan Startup

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Senin 31 Juli 2017 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 31 207 1746903 startup-lokal-dapat-suntikan-dana-pengamat-it-indonesia-saat-ini-keranjingan-startup-oEMN6y2Li0.jpg Ilustrasi Foto : Shutterstock

JAKARTA – Fenomena perusahaan rintisan atau yang akrab dengan julukan startup kian menjamur secara global maupun regional. Tak sedikit perusahaan startup yang mendulang kesuksesan saat ini.

Hal itu dibenarkan oleh Heru Sutadi selaku Pengamat Multimedia,”Indonesia saat ini sedang keranjingan startup, berbagai ide coba diwujudkan dan ditawarkan ke masyarakat.”

Heru juga tak menyangkal bahwa kesuksesan sebuah startup tidaklah mudah dicapai.

“Ada yang sangat berhasil meski perlu dilihat apakah stabil, yang ada mati sebelum sempat berkembang. Namun, satu startup mati muncul startup lainnya,” ungkap Heru kepada Okezone saat dihubungi via pesan elektronik, Senin (31/7/2017).

Baca Juga: Wow! Startup Berita Lokal Dapat Kucuran USD2,5 Miliar dari Investor China & Eropa

Sebuah startup dapat berjaya karena kreativitas dan kerja keras para pendiri dan karyawan, hal tersebut yang menjadi kunci sukses perusahaan rintisan berevolusi menjadi perusahaan besar seperti Uber yang berasal dari Amerika dan di Indonesia sendiri memiliki startup yang mengacu pada layanan transportasi yakni Go-Jek.

Kesuksesan mereka tentu tak luput dari pendapatan dan pamor yang menjulang, terlebih jika terdapat investor asing yang mengucurkan dana kepada startup tersebut. Lantas, apa yang mendasari investor asing tertarik untuk menjadi bagian dari startup itu sendiri?

“Investasi didasari Indonesia sebagai negara dengan pasar yang besar, pembeli yang besar, pengguna gadget besar dengan waktu penggunaan yang tinggi dan suka akan inovasi baru. Makanya mereka suka investasi di sini (Indonesia),” ujar Heru.

Namun, bukan berarti campur tangan asing tak akan menyebabkan sesuatu yang besar bagi Indonesia sendiri. Tentunya hal itu memiliki dampak yang akan merugikan bisnis yang ada di Tanah Air sendiri.

“Dampaknya, startup pesaing aplikasi dunia, yang dibeli kemudian dimatikan. Sehingga tak ada aplikasi lokal. Aplikasi lokal yang besar diakuisisi sehingga porsi lokal kecil dan beralih kepemilikan seperti Go-Jek. Di sisi lain merangsang orang membuat startup membesarkan dan menjual pada asing,” terang Heru.

Dijelaskan Heru, tahun ini bukan menjadi tahun di mana startup tumbuh pesat melainkan e-commerce dan fintech.

“Tahun ini yang cukup tumbuh adalah e-commerce dan fintech. Ada beberapa startup baru di bidang lainnya, tapi belum cukup menonjol,” tutup Heru.

Baca Juga: Bukan Kayu, Startup Ini Produksi Kertas dari Batu Kapur

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini