Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Elon Musk Sebut Teknologi AI sebagai Ancaman Manusia

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 31 56 1747406 waduh-elon-musk-sebut-teknologi-ai-sebagai-ancaman-manusia-EF2PQlhFyp.JPG Foto : AFP

JAKARTA - Kemajuan teknologi membuat sebagian orang berpikir bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang baik. Namun rupanya hal tersebut tidak berlaku bagi Elon Musk.

Awal bulan ini, Musk menyebut artificial inteligence (AI) sebagai risiko mendasar bagi peradaban manusia.

Pendiri Tesla dan teknolog terkenal tersebut telah bergabung dengan orang-orang yang berpikir bahwa kebangkitan AI dapat menghasilkan skenario fiksi ilmiah dystopian, yakni mesin yang mengambil alih pekerjaan dan robot yang tidak terkontrol membuat peraturan mereka sendiri.

Meski sebagian besar potensi manfaatnya belum bisa direalisasikan, tahun ini AI telah benar-benar menjadi topik utama. Setiap industri teknologi terus mengeksplorasi cara-cara di mana ia dapat memperbaiki praktik tradisional, mulai dari mobil otonom hingga perdagangan algoritmik.

Meski demikian, perbincangan tampaknya terlalu terfokus pada ketakutan tentang bagaimana perkembangan AI akan berdampak pada masyarakat di dunia.

Akibatnya, dapat berisiko membiarkan narasi berbasis rasa takut ini membayangi opini publik. Manusia perlu memastikan adanya diskusi seimbang mengenai risiko dan manfaat, termasuk dampak positif yang dapat ditimbulkan AI terhadap pasar kerja dan manusia itu sendiri.

Jika diterapkan secara bertanggung jawab dan proaktif, ada cakupan besar bagi AI untuk merevolusi cara manusia tinggal dan bekerja, tanpa menimbulkan opini kiamat seperti SciFi.

Belum lama ini sebuah laporan memperkirakan bahwa AI akan menambahkan dana hingga USD15,7 triliun ke ekonomi dunia pada tahun 2030.

Hanya sedikit yang berpendapat bahwa menggunakan mesin cerdas untuk meningkatkan hasil panen di pertanian yang kekurangan tenaga adalah hal yang buruk. Selain itu, robot ini harus dibangun dan dipelihara, juga menciptakan lebih banyak pekerjaan manusia di bawah jalur produksi, jadi AI akan memfasilitasi penciptaan lapangan kerja baru yang tidak seharusnya ada. Demikian dinukil dari Evolution, Selasa (1/7/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini