Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sah! Polisi Tetapkan Wanita Ini sebagai Tersangka Kasus Order Fiktif Ojek Online

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 20:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 01 207 1748019 sah-polisi-tetapkan-wanita-ini-sebagai-tersangka-kasus-order-fiktif-ojek-online-wdr8TB3SGp.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Belum lama ini, viral kasus order fiktif dari salah satu layanan ojek online yang mengakibatkan seseorang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Korban bernama Julianto tersebut tanpa sepengetahuan dirinya disodorkan makanan yang dialamatkan kepadanya melalui layanan Go-Food.

Julianto sempat menduga bahwa kasusnya dilancarkan oleh seseorang yang mengenalnya. Kasus yang mencuat berkat postingannya di Facebook itu, kemudian diusut oleh tim dari Polres Jakarta Timur. Berkat penyelidikan tim tersebut akhirnya polisi menetapkan pelaku tersangka order fiktif yang viral itu.

Baca: Orderan Fiktif Go-Food Diduga Bermotif Asmara

Setelah melakukan penyelidikan dan dirasa telah memenuhi alat bukti yang cukup, Kepolisian menetapkan seseorang berinisial S yang selama ini dicurigai sebagai tersangka kasus order fiktif yang merugikan Julianto.

S diduga melakukan dua perbuatan melawan hukum, yakni pencemaran nama baik dan order fiktif. Meski telah berstatus sebagai tersangka, perempuan berinisial S tersebut belum ditahan.

“Motifnya sakit hati. Cinta ditolak, Go-Food bertindak. Kita tidak melakukan penahanan, (karena) tersangka kooperatif dan tempat tinggal yang jelas,” kata AKBP Sapta Maulana, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur.

S dan Julianto, sebelumnya sudah saling mengenal. Saat diperiksa, S memang mengakui bahwa dirinya sakit hati lantaran cintanya ditolak, sehingga Kepolisian menetapkan bahwa S ingin balas dendam kepada Julianto.

Tersangka diketahui melakukan aksinya dengan dibantu oleh dua keponakannya. Meski turut membantu aksi S, dua keponakannya itu masih diperiksa sebagai saksi.

Dikabarkan sebekumnya, Julianto menjadi korban order fiktif Go-Food yang dilancarkan oleh S. Ia bahkan hingga merasa kewalahan karena terus menjadi korban order fiktif ojek online.

Baca juga: Order Fiktif Go-Food, Pengamat: Bukti Lemahnya Proses Verifikasi di Go-Jek

Julianto tak pernah memesan makanan maupun barang melalui layanan itu namun ia terus menerima order yang dialamatkan kepadanya. Tak tanggung-tanggung nominal dari orderan fiktif itu bahkan mencapai jutaan rupiah hanya dalam waktu dua hari.

Atas perbuatannya, S dijerat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang pengganti UU ITE dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Selengkapnya, simak video berikut.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini