OKEZONE STORY: Sundar Pichai, si Bocah Miskin dari India yang Kini Jadi Miliarder di Google

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 03 207 1749099 okezone-story-sundar-pichai-si-bocah-miskin-dari-india-yang-kini-jadi-miliarder-di-google-jSEJD2Wew6.jpg (Foto: IDN Times)

JAKARTA - Anda mungkin sudah tak asing lagi mendengar kata Google. Perusahaan teknologi yang berbasis di California tersebut memang dikenal karena mesin telusur internetnya. Namun di balik kesuksesan Sergey Brin dan Larry Page mendirikan Google, ada kisah menarik yang berasal dari seorang anak asal India.

Anak yang bernama Sundar Pichai tersebut kini telah sukses bersama Google sebagai CEO perusahaan. Meski demikian, kesuksesan yang diraih Pichai tak datang begitu saja. Ia diketahui berasal dari keluarga kalangan bawah di India. Bagaimana kisah lengkapnya? Mari kita simak berikut ini.

Kisah Pribadi Sundar Pichai

Sundar Pichai dilahirkan pada 12 Juli 1972 di daerah Chennai, India. Ia berasal dari keluarga yang tak terlalu mapan. Ayahnya, Regunatha Pichai, merupakan seorang teknisi listrik dan ibunya, Lakshmi Pichai, seorang stenografer. Berdasarkan catatan Bloomberg, mereka tinggal di sebuah apartemen yang hanya berisikan dua kamar saja.

Karena kondisi tersebut, Pichai dan saudaranya harus tidur di ruang tamu. Namun sejak awal dia telah memiliki bakat yang terpendam. Ingatan Pichai tergolong luar biasa. Ia mampu mengingat setiap nomor telefon yang pernah diputarnya di pesawat telefon bertombol putar.

Malahan, dengan bakat uniknya itu Pichai kadang membuat kaget rekan kerjanya karena mampu menghafal semua nomor telefon.

Baca juga: Tak Tamat SMA, David Karp Sukses Dirikan Tumblr yang Bernilai Rp14 Triliun

Ia lulus sebagai sarjana pada 1993 dari Indian Institute of Technology dan mendapatkan penghargaan Institute Silver Medal. Ketertarikan Pichai pada teknologi mendorongnya untuk membuat permainan catur. Karena kesuksesan di bidang tersebut, ia akhirnya bisa mendapatkan beasiswa di Stanford University.

Saat itu ia bermimpi bahwa suatu saat dapat mengunjungi Silicon Valley yang diceritakan oleh sang paman. Sehingga bisa kuliah di kawasan San Francisco merupakan sebuah lompatan besar bagi Pichai.

"Saya selalu menyukai teknologi dan saat tumbuh dewasa, saya bermimpi tentang Silicon Valley. Dulu saya membacanya, dengar dari paman saya," kata Pichai dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip dari Business Insider.

Namun tiba di Negeri Paman Sam membuat Pichai juga merasa waswas. Pasalnya, kebutuhan pokok di Amerika memiliki harga jauh lebih mahal dibanding di negaranya, India. Selain itu ia juga terpaksa harus meninggalkan pacarnya saat itu, Anjali.

Di Stanford, ia berhasil mendapatkan gelar masternya, kemudian kembali kuliah di University of Pennsylvania Wharton School untuk mendapatkan gelar MBA.

Karier dan Pekerjaan

Sebelum melamar ke Google, Sundar Pichai terlebih dahulu bekerja di sebuah perusahaan semikonduktor Applied Materials. Selain itu ia juga sempat bekerja di perusahaan konsultan McKinsey & Co.

Barulah pada 2004, bertepatan dengan perayaan April Mop, ia mendapatkan wawancara kerja di Googleplex atau di hari yang sama Google merilis Gmail. Awalnya semua orang, termasuk Pichai, layanan e-mail gratis tersebut merupakan 'prank' atau tipuan untuk merayakan April Mop.

Akhirnya ia pun diterima bekerja di Google sebagai pimpinan manajemen produk dan inovasi perangkat lunak Google yang kini meliputi Google Chrome, Chrome OS, dan Google Drive. Selain itu ia juga bertanggung jawab atas pengembangan aplikasi seperti Gmail dan Google Maps.

Namun langkah awal yang dibawa ke Google saat itu ialah menambahkan fitur toolbar dalam halaman pencarian. Fitur itu pun sukses mencuri perhatian pada 2006. Microsoft bahkan mengikutinya dan menjadikan Bing sebagai mesin telusur default di Internet Explorer.

Pichai kemudian berhasil meyakinkan sang pendiri, Sergey Brin dan Larry Page, bahwa Google harus membuat peramban (browser) sendiri. Hasilnya, perusahaan itu pun kini memiliki Google Chrome yang telah banyak digunakan di seluruh dunia.

Pada 2013, Pichai kemudian mengambil alih divisi sistem operasi Android. Salah satu usaha terbesar yang pernah dijalani olehnya ialah dengan menghadirkan smartphone Android One, yakni ponsel pintar yang ditujukan di kawasan negara berkembang karena harganya yang murah.

Baca juga: Kisah Fredik Idestam sang Pendiri Nokia yang Gagal Jadi PNS

Pencapaian lainnya yakni akuisisi perusahaan Nest pada 2014 dan mengembangkan sistem operasi Chrome OS. Hingga akhirnya pada 2015, Sundar Pichai dipilih sebagai Chief Executive Officer (CEO) Google untuk menggantikan Larry Page. Saat itu Google memang akan merestrukturisasi kembali perusahaannya dengan membuat perusahaan induk bernama Alphabet.

"Sundar memiliki kemampuan yang luar biasa dalam melihat masa depan dan memobilisasi supertim produk disekitarnya. Kami banyak melihat secara langsung di mana posisi tersebut sangat cocok untuknya," ungkap Larry Page mengomentari jabatan CEO Sundar Pichai kala itu.

Sundar pun sukses mengangkat perusahaan tersebut untuk bersaing dengan Apple. Berkat jerih payahnya, Google mengganjar Pichai dengan saham perusahaan senilai USD183 juta pada 2016. ‚Äč

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini