Banyak Konten Tak Bermanfaat di Media Sosial, Pengamat IT: Pengguna Harus Pintar Pilih Konten

Dini Listiyani, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017, 16:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 207 1749240 banyak-konten-tak-bermanfaat-di-media-sosial-pengamat-it-pengguna-harus-pintar-pilih-konten-H0Q9svMs6F.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemblokiran Telegram beberapa waktu lalu membuat heboh beberapa pengguna di Tanah Air. Agar tak menimbulkan kegegeran di masyarakat, pemerintah perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Perlu sosialisasi yang baik kepada rakyat, apa yang dilakukan pemerintah itu untuk menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Pratama Persadha Pakar Keamanan Siber CISSRec dalam diskusi Redbons Okezone, Kamis (3/8/2017).

Langkah pemerintah dalam memberangus konten negatif seperti yang ada di Telegram, Facebook, Twitter dan lainnya dinilai lebih berani. Namun, hal tersebut perlu dibarengi peran pengguna dalam memilih konten.

 (Baca juga: CEO Telegram Sowan ke Menkominfo, Ini Wawancara Lengkap dengan Pavel Durov)

"Kalau di internet, ada yang bermanfaat dan mudarat. Tapi lebih banyak mudharatnya, jadi pengguna harus pintar memilih konten yang baik," kata Pratama.

Konten tak baik sendiri, menurut Pratama banyak ditemukan di dark web. Oleh sebab itu, ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatiannya ke arah tersebut.

"Di dark web 99% isinya jelek semua. Ini harus menjadi fokus pemerintah. Pemerintah perlu memikirkan ke sana," ujarnya.

Dark web merupakan konten world wide web (www) yang ada di darknets yakni jaringan overlay yang menggunakan internet namun memerlukan software, konfigurasi atau otoritas khusus untuk diakses.

 (Baca juga: Asyik, Foto dan Video di Telegram Bisa Hilang Sendiri)

Dark web membentuk sebagian kecil dari deep web, bagian dari Web yang tak diindeks oleh mesin pencari. Darknet yang membentuk dark web mencakup jaringan peer to peer kecil, teman ke teman, serta jaringan besar dan populer seperti Tor, Freenet, dan I2P, yang dioperasikan publik dan individu.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini