Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tragedi! 4 Peristiwa Kesalahan Software yang Disebabkan oleh Bug

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 04 207 1750186 tragedi-4-peristiwa-kesalahan-software-yang-disebabkan-oleh-bug-fM46r32oDl.jpg Foto : Reuters

JAKARTA – Permasalahan atau bug acap kali mengganggu pengguna yang sedang mengoperasikan software tersebut. Biasanya pengguna lalai untuk meng-upgrade atau membenahi sistem yang rusak itu.

Namun, ada beberapa kasus penting, di mana kesalahan sederhana telah mencelakai jutaan orang, bahkan menyebabkan luka dan kehilangan nyawa.

Berikut Okezone ulas beberapa kasus bug software yang paling berbahaya di dunia, melansir dari Listverse, Jumat (4/8/2017).

1. Y2K

The Millenium Bug, atau yang dikenal dengan julukan Y2K, merupakan bug software yang terkenal, bahkan menggemparkan dunia saat pengujung 1999. Saat itu, perhitungan tanggalan hanya menggunakan dua digit terakhir dari angka tahun.

Peristiwa ini menjadi kekhawatiran besar bagi seluruh ahli komputer di dunia. Sebab tahun akan menunjukkan angka 00, di mana sistem dunia akan menjadi eror, karena dikira hal itu bukan tahun 200 melainkan 1900.

Para ahli komputer berusaha mengatasi bug ini, dan akhirnya peristiwa ini bisa teratasi.

2. Therac-25

Therac-25 adalah alat pengolah radiasi yang dapat digunakan untuk pengobatan pasien yang terkena penyakit kanker. Namun, perangkat lunak yang digunakan pada alat ini mengalami bug yang serius.

Alat tersebut gagal berfungsi, bug pada software ini menyebabkan dosis radiasi yang meningkat hingga 10 kali lebih tinggi. Sehingga menyebabkan pasien keracunan radiasi. Tak hanya itu, beberapa pasien juga akhirnya kehilangan nyawa.

3. UNIX 2038

Usai ancaman dari Y2K, muncul UNIX 2038. Adalah bug pada sistem operasi komputer yang berbasis UNIX, di mana software ini digunakan untuk mengolah data-data penting.

UNIX mengolah tanggal dengan menghitung detik sejak awal 1970. Sebab menggunakan penyimpanan data 32-bit, perhitungan tersebut memiliki batas ukuran yang hanya sampai 2147483647 detik.

Artinya, tanggal terakhir akan sampai pada 19 Januari 2038. Para ahli mengkhawatirkan hal ini bisa mengakibatkan kegagalan sistem setelah komputer melewati tanggal yang tercantum.

4. Bug Rudal Patriot

Selama Operasi Desert Shield, militer AS menggunakan Sistem Rudal Patriot sebagai pertahanan terhadap pesawat terbang dan rudal, dalam hal ini rudal Irak Al Hussein (SCUD). Perangkat lunak pelacak untuk rudal Patriot menggunakan kecepatan targetnya dan waktu saat ini untuk memprediksi dari mana targetnya berasal dari satu instan ke instan lainnya.

Karena berbagai target dapat berjalan dengan kecepatan hingga MACH 5, perhitungan ini harus sangat akurat. Pada saat itu, ada bug dalam perangkat lunak pernargetan, artinya bahwa seiring berjalannya waktu, jam internal akan melayang lebih jauh dari waktu yang akurat, semakin lama sistem dibiarkan berjalan.

Bug ini sebenarnya sudah diketahui dan hanya diperbaiki dengan reboot sistem secara teratur, dan dengan demikian mengatur ulang jam sistem. Sayangnya, mereka yang bertanggung jawab tidak mengerti dengan jelas bagaimana secara teratur mereka harus melakukan reboot sistem dan biarka berjalan selama 100 jam.

Ketika sebuah rudal Irak diluncurkan, yang ditargetkan ke sebuah lapangan terbang AS di Dhahran, Arab Saudi terdeteksi oleh sistem rudal Patriot. Namun, pada titik ini, jam internal melayang keluar sekira 0,34 detik, jadi ketika mencoba menghitung di mana rudal akan berada di depan, ia melihat area di langit lebih dari setengah kilometer dari lokasi rudal sebenarnya.

Rudal tersebut akhirnya dibawa ke tempat tujuan, di mana ia telah membunuh 28 tentara dan melukai 98 tentara lainnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini