Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rentan Diretas, Militer Amerika Serikat Tak Lagi Pakai Drone, Kok Bisa!

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Minggu 06 Agustus 2017 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 06 207 1750670 rentan-diretas-militer-amerika-serikat-tak-lagi-pakai-drone-kok-bisa-swlszwPXJT.jpg (Foto: PC Advisor)

JAKARTA - Militer Amerika Serikat tak lagi menggunakan drone buatan DJI dengan alasan keamanan siber. Informasi ini didapat dari sebuah memo milik Militer Amerika Serikat pada 2 Agustus 2017.

Dalam memo tersebut, pihak Militer memerintahkan penghentian semua penggunaan dan menghapus aplikasi DJI, mencopot baterai atau media penyimpanan dan peralatan yang aman untuk mengikuti petunjuk selanjutnya. Memo tersebut kemudian menginformasikan alasannya.

"Karena meningkatnya kesadaran akan kerentanan siber terkait produk DJI, maka diimbau bahwa Militer AS (US. Army) menghentikan semua penggunaan produk DJI," demikian sebagaimana dikutip dari Mashable, Minggu (6/8/2017).

Baca juga: Wow! Ternyata Drone Bisa Bantu Pecahkan Kasus Kriminal

Sementara itu, pihak DJI mengaku belum mengetahui adanya keputusan dari pihak Militer AS. Melalui seorang juru bicaranya, produsen asal China itu pun menanggapi informasi tersebut.

"Kami terkejut dan merasa kecewa membaca atas laporan tersebut karena pihak Militer Amerika Serikat tak mengikutsertakan kami dalam konsultasi selama mereka membuat keputusan tersebut," kata pihak DJI.

DJI juga berencana akan menghubungi pihak Militer AS untuk meminta informasi soal pelarangan penggunaan dan juga meminta penjelasan tuduhan 'keamanan siber'.

Baca juga: Duh! Suara Drone Lebih Mengganggu Ketimbang Mobil

"Kami akan menghubungi Militer Amerika Serikat untuk mengonfirmasi memo tersebut dan untuk memahami apa yang secara khusus dimaksudkan dengan 'kerentanan siber', lanjutnya.

Isu mengenai keamanan di pesawat tanpa awak DJI bukan yang pertama kalinya. Tahun lalu produsen tersebut juga dituduh bersekongkol dengan Pemerintah China dalam membagikan informasi pengguna. Hal ini kemudian dibantah oleh pihak DJI yang langsung merilis pernyataan pada April 2016.

(kem)

Berita Terkait

Drone

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini