Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apple dan Google Ditagih Bayar Pajak oleh Prancis dan Jerman, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 07:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 08 207 1752148 apple-dan-google-ditagih-bayar-pajak-oleh-prancis-dan-jerman-kok-bisa-zovxq8PHFJ.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Pemerintah Prancis dan Jerman dilaporkan sedang berusaha mengejar pajak Google dan Apple. Hal itu karena kedua perusahaan tersebut dianggap tak membayar pajak secara adil, sesuai dengan keuntungan yang didapat.

Tak hanya Apple dan Google, kedua negara tersebut juga menagih pajak pada Facebook dan Amazon. Beberapa kepala negara di Eropa, diketahui telah kelimpungan bagaimana agar perusahaan teknologi tersebut tak memusatkan bisnisnya di negara yang rendah pungutan pajak.

Perlu diketahui bahwa beberapa negara di Eropa menerapkan pungutan pajak yang rendah kepada pihak perusahaan. Irlandia dan Luksemburg diketahui sebagai negara yang menganut sistem tersebut. Maka tak heran jika mayoritas perusahaan mendirikan kantor pusatnya di Eropa untuk mengambil keuntungan dari pajak.

Baca juga: Waduh! Ungkap Perbedaan Gender, Google Pecat Karyawannya

Merujuk pada masalah tersebut, Jerman dan Prancis telah melakukan musyawarah bersama yang membahas soal kebijakan pajak bagi perusahaan pada Juli 2017. Prancis bahkan akan mengusulkan regulasi pajak baru pada Uni Eropa pada September 2017.

"Eropa harus belajar untuk mempertahankan kepentingan ekonominya dengan lebih tegas. China telah melakukannya, Amerika Serikat juga telah melakukannya," kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada Bloomberg yang dikutip dari Engagdet, Rabu (9/8/2017).

"Anda tak bisa mengambil keuntungan dari usaha bisnis di Prancis atau Eropa tanpa membayar pajak dibandingkan perusahaan lain (di Prancis dan Eropa),” imbuh Le Maire.

Baca juga: Wih! Diam-Diam Google Kembangkan Fitur Mirip Snapchat

Sementara itu agar Apple dan Google Cs mau membayar pajak, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menetapkan penurunan pajak perusahaan menjadi 25% dalam waktu lima tahun. Macron juga mendesak negara anggota Uni Eropa lain agar menyesuaikan dengan Prancis dan Jerman.

Le Maire meyakini jika Prancis dan Jerman menetapkan tarif pajak secara bersama, negara-negara di Uni Eropa lainnya bakal mengikuti langkah tersebut.

(kem)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini