Nih 'Uang Damai' Apple untuk Qualcomm, Berapa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017, 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 09 207 1752700 nih-uang-damai-apple-untuk-qualcomm-berapa-7nyheQlXwa.jpg (Foto: The Technews)

JAKARTA - Pertarungan hukum antara Qualcomm dan Apple memasuki babak baru. Setelah mendapatkan pengajuan pemblokiran iPad dan iPhone pada Juli 2017 dari Qualcomm, Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) akhirnya memulai penyelidikan kasus tersebut.

Apple dituduh telah melanggar paten Qualcomm saat menggunakan chipset buatan Intel. Menurut laporan Reuters, saat itu Apple dituduh telah melakukan cara penerapan yang salah, sehingga berujung pada pelanggaran paten milik Qualcomm.

Meski demikian, seorang analis Wall Street memercayai bahwa perselisihan antara kedua perusahan masih bisa diselesaikan di luar pengadilan asalkan Apple mau membayar ganti rugi atau 'uang damai' yang diminta oleh Qualcomm.

Baca juga: Mantap! Komisi Perdagangan AS Mulai Selidiki Kasus Qualcomm vs Apple

"Kami mendengar masing-masing argumen dari kedua belah pihak dan percaya adanya kepentingan bersama. Sehingga tidak mungkin perselisihan ini akan terus berlanjut dan berkepanjangan di pengadilan," kata analis Credit Suisse, Kulbinder Garcha, yang dikutip dari Fortune, Rabu (9/8/2017).

"Penyelesaian yang dapat disepakati kedua pihak bisa saja terjadi. Kemungkinan akan ada pembayaran di muka yang besar dan tarif royalti yang mendapatkan diskon besar. Ada pula kemungkinan kedua perusahaan bakal berkolaborasi di bidang yang lain," imbuhnya.

Hanya saja, sejauh ini Qualcomm sendiri belum pernah menyebutkan jumlah ganti ruginya. Namun menurut perkiraan Garcha, setidaknya Apple harus menyiapkan 'uang damai' sekira USD8 miliar ditambah pembayaran royalti yang berkelanjutan.

Kemungkinan adanya penyelesaian di luar pengadilan yang sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf. Saat ditanyai oleh Fortune dalam sebuah acara, ia mengungkapkan harapannya itu.

Baca juga: Makin Panas! Tak Lagi Serang Apple, Qualcomm Tuding Kritikus Sesatkan Regulator Perdagangan

"Masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan di luar pengadilan dan tak ada alasan mengapa saya tidak berharap demikian dalam kasus ini," kata Mollenkopf saat itu.

Perlu diketahui, ketegangan antara Qualcomm dan Apple tak hanya masalah ini. Sebelumnya pada Januari 2017, Apple menuding Qualcomm telah menyalahgunakan dominasinya di pasar chipset dengan mengenakan biaya royalti yang berlebihan.

Perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu beralasan, pihaknya telah membayar royalti dari tiap unit iPhone yang terjual kepada Qualcomm. Sehingga secara langsung meningkatkan jumlah royalti saat mereka menjual model iPhone dengan kapasitas memori dan layar yang lebih besar.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini