INNOVATION STORY: Hidup dari Berjualan Logam, Johannes Gutenberg Jadi Penemu Mesin Cetak Pertama di Dunia

Afriani Susanti , Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017, 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 09 56 1752854 innovation-story-hidup-dari-berjualan-logam-johannes-gutenberg-jadi-penemu-mesin-cetak-pertama-di-dunia-3cwqdkUyba.jpg Foto: Dok. Wikipedia

JAKARTA – Siapa yang menyangka, meskipun hidup hanya mengandalkan dari berjualan barang-barang logam, nyatanya Johannes Gutenberg bisa menjadi penemu mesin cetak pertama di dunia. Berkat temuannya tersebut, Gutenberg pun berhasil menjadi salah satu orang yang bisa memberikan karya besarnya pada dunia.

 

Baca juga: OKEZONE INNOVATION: Wow, Tumpukan Uang Logam Jadi Awal Terciptanya Listrik

Dinukil dari berbagai sumber oleh Okezone, Johannes Gutenberg lahir di Kota Mainz, Jerman, sekira 1398. Dia merupakan seorang pedagang kelas atas Friele Genfleisch zur Laden dari istri keduanya yakni Else Wyrich. Pada 1411, terjadi sebuah pemberontakan di Mainz, yang membuat Gutenberg harus pindah ke Strasbourg hingga tinggal di sana selama 20 tahun lamanya.

Untuk membiayai kehidupannya selama tinggal di Strasbourg, Gutenberg pun membuat barang-barang dari logam, hingga menghasilkan sebuah perhiasan kecil dari cermin yang dijual kepada para biarawati. Hingga akhirnya, dia pun kembali ke Mainz dan bekerja sebagai seorang tukang emas.

 

OKEZONE INNOVATION: Menilik Penemu Teleskop yang Masih Misterius

Munculnya ide untuk membuat mesin cetak itu bermula saat dirinya bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Saat itu, dirinya sedang membuat sebuah surat pengampunan. Akhirnya, Gutenberg membuat huruf dari logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk huruf skrip gotik. Hingga akhirnya, mereka bisa menghasilkan 300 bentuk huruf guna meniru sebuah bentuk tulisan tangan yang bersambung-sambung.

Setelah berhasil menyempurnakan mesin cetaknya, Gutenberg mulai mencetak beribu-ribu surat pengampunan dosa yang disalahkangunakan oleh gereja Katolik demi mendapatkan uang. Pada 1952, Gutenberg akhirnya mendapatkan pinjaman uang dari Johann Fust untuk membuat proyek percetakan Bible yang terkenal. Bible pun menjadi buku cetak tertua yang pernah ada di dunia Barat.

Baca juga: OKEZONE INNOVATIO: Penemuan Mikrofon Berawal dari Terciptanya Telefon

Di kemudian hari, Gutenberg pun mencetak 200 jilid salinan Bible. Sebagian kecil, Bible tersebut dicetak di atas kulit lembu muda (velum). Bahkan, Bible juga dihargai dengan sangat mahal. Tidak hanya itu, Gutenberg juga dipercaya untuk membuat Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua. Gutenberg akhirnya meninggal dunia pada 1468 dan dimakamkan di Gereja Franciscan, Mainz.. (afr)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini