Perbedaan Hasil Foto Kamera Film dan Digital, Mana Lebih Baik?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017, 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 09 92 1752687 perbedaan-hasil-foto-kamera-film-dan-digital-mana-lebih-baik-9p4AUGBO13.jpg (Foto: Petapixel)

JAKARTA - Kamera telah mengalami perubahan teknis dari semula yang menggunakan film, kini semakin canggih dengan menggunakan proses digital. Sehingga pasar kamera saat ini didominasi oleh sistem digital.

Meski demikian hal itu tak serta merta menyingkirkan para pencinta kamera film. Pasalnya, hingga kini penggemar kamera yang menggunakan roll film itu masih tetap eksis. Apa yang sebenarnya membedakan hasil dari kamera digital dan kamera film?

Jawabannya bisa diketahui melalui penjelasan di bawah ini yang Okezone rangkum dari halaman Petapixel, Rabu (9/8/2017).

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Kamera Ultratipis Tanpa Lensa

Resolusi

Kamera film tak memiliki piksel gambar. Oleh karena itu penghitungan kualitas foto bisa didapat dengan menjumlahkan resolusi tiap sudutnya. Metode pengukuran bisa dikorelasikan satu sama lain dan dikomparasikan dengan resolusi yang sepadan.

Sama seperti sensor di kamera digital, berbagai jenis roll film juga dapat menghasilkan kualitas yang berbeda. Menurut analis Roger N. Clark tentang film 35 mm standar, hasil akhir akan bergantung pada tipe film yang digunakan yakni berkisar 4 juta hingga 16 juta piksel.

Misalnya, ia menguji film Fujifilm Provia 100 yang memproduksi sekira 7 megapiksel, sementara Fujifilm Velvia 50 menghasilkan 16 megapiksel. Ia kemudian membandingkannya dengan kamera entry-level yakni Nikon D3330 dan hasilnya jauh tertinggal. Nikon D3330 dapat menghasilkan 24 megapiksel dengan skenario di atas.

Noise

Berdasarkan pengujian Norman Koren dari Magnetic Recording Technology Expert, kamera digital telah berevolusi cukup cepat dalam hal produksi noise. Dari penelitiannnya diketahui bahwa noise yang dihasilkan oleh kamera digital lebih sedikit ketimbang kamera film.

Noise adalah bintik-bintik pada sebuah foto yang dihasilkan dari tingginya nilai ISO di kamera digital, atau penggunaan shutter speed cepat di kamera film. Titik-titik tersebut muncul karena partikel kimia di film yang tak mendapatkan asupan cahaya.

Sedangkan di kamera digital, noise dihasilkan karena sinyal yang tak diinginkan yakni bisa disebabkan oleh kepanasan di area sensor atau sensor yang tak mampu menangkap sinyal secara baik. Oleh karena itu, semakin canggih kamera digital maka ia bisa menghilangkan noise yang lebih besar.

Dynamic Range

Film buatan Kodak kebanyakan memiliki dynamic range (cakupan pencahayaan) hingga 13 stops. Sementara, kini kamera digital mampu mencapai 14 stops. Malahan, Nikon D810 mampu mencapainya hingga 15 stops.

Pengujian yang dilakukan Roger N. Clark menunjukkan bahwa kamera digital di tahun 2005 telah menunjukkan kelebihan high dynamic range dibandingkan dengan film. Saat itu jenis roll film yang diuji yakni Kodak Gold 200 dan Fujifilm FujiChrome Velvia.

Baca juga: Menilik Kisah Edwin Land, sang Penggagas Kamera Instan

ISO

ISO merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk mendapatkan asupan cahaya. Semakin besar nilai ISO, maka akan semakin banyak pula paparan cahaya yang didapat. Di kamera film, fotografer memiliki keterbatasan pengaturan ini.

Roll film hanya mampu menjangkau ISO sebesar 6400. Di bawahnya, yakni ISO 100 atau 3200. Sementara itu saat ini kamera digital telah mampu menjangkau hingga ISO 409.600 yang didapat dari Nikon D4s.

​

Kesimpulan

Seiring berjalannya waktu, kamera terus mengalami perkembangan yang terbilang pesat. Kamera digital sendiri ada berkat kamera film dengan segala permasalahannya. Alasan mengapa orang-orang lebih betah menggunakan kamera film kemungkinan karena faktor personal atau menginginkan pengalaman yang berbeda.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini