Wih! Toshiba Gelontorkan Dana Rp24 triliun untuk Bangun Pabrik Chip Memori

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017, 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 10 207 1753575 wih-toshiba-gelontorkan-dana-rp24-triliun-untuk-bangun-pabrik-chip-memori-ww9k0EHE2N.jpg (Foto: Reuters)

TOKYO – Toshiba telah mengumumkan bahwa perusahaan akan bergerak dengan rencana besar. Perusahaan asal Jepang ini akan membangun pabrik chip memori baru tanpa menggandeng mitranya Western Digital.

Perusahaan akan menggelontorkan USD1,8 miliar atau sekira Rp24 triliun untuk membangun Fab 6 dari fasilitas semikonduktor Yokkaichi barunya yang berlokasi di barat Jepang.

Dilansir IT Pro Portal, Kamis (10/8/2017), Toshiba saat ini memiliki tanah dan bangunan untuk rencananya tersebut. Meski telah membagi investasi pada peralatan produksi dengan SanDisk, sejak kedua perusahaan ini memulai usaha patungan mereka pada 2004.

SanDisk sendiri telah diakuisisi oleh Western Digital pada awal tahun lalu. Hal tersebut telah menyebabkan terjadinya pertarungan hukum di antara mereka dan Toshiba.

Toshiba berharap dapat menjual sahamnya dalam usaha patungan untuk menutup beberapa kerugian senilai miliaran dolar dari divisi nuklirnya. Namun, Western Digital kini telah memiliki SanDisk yang dipercaya bahwa dirinya berhak atas keputusan penjualan dan juga hak penolakan.

Kaori Hiraki, juru bicara Toshiba menjelaskan beberapa poin ketidaksetujuan antara kedua perusahaan tersebut.

“Toshiba telah melakukan diskusi dengan SanDisk selama beberapa pekan, namun tidak dapat mencapai kesepakatan karena perbedaan pendapat yang besar terkait belanja modal. Kita perlu meningkatkan kemampuan produksi kita untuk memenuhi permintaan NAND flash yang meningkat,” terang Hiraki.

Sementara itu, Western Digital mengungkapkan kekecewaannya atas rencana Toshiba untuk membangun pabrik baru.

“Meskipun kami kecewa dengan pengumuman Toshiba, kesepakatan yang mengatur JV memberi kita hak untuk berpartisipasi dalam investasi. Itulah yang ingin kita lakukan,” kata Western Digital dalam sebuah pernyataan.

Kedua perusahaan gagal mencapai kesepakatan. Hal ini tentu saja memperlambat proyek pengembangan bersama dan juga berdampak jangka panjang. Di sisi lain, pertikaian ini memberikan Samsung peluang dan keuntungan besar di sektor bisnis chip memori.

Belum lama ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan rencananya untuk memperluas pabrik chip NAND yang terletak di Kota Xian, China. Salah satu pejabat Samsung juga menyebutkan target perusahaan untuk meraup pangsa pasar hingga 25% dalam lima tahun ke depan. (Lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini