Nih Fakta Seputar Matahari yang Belum Terungkap

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017, 12:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 10 56 1753163 nih-fakta-seputar-matahari-yang-belum-terungkap-BsK4vYyA2Q.jpg (Foto: The Verge)

JAKARTA - Bumi dan planet lain berotasi mengelilingi Matahari berdasarkan porosnya. Bagi penghuni Bumi, Matahari berfungsi sebagai sumber daya alam terbesar yang memberikan beragam manfaat untuk menunjang kehidupan makhluk hidup serta terjadinya proses alamiah.

Meski demikian, tak semua orang tahu fakta seputar benda langit yang menghasilkan panas dan cahaya tersebut. Oleh karena itu, Okezone akan mengulasnya, yang dirangkum dari Washington Post, Kamis (10/8/2017).

Ukuran

Dari sekian banyaknya planet di tata surya, Matahari merupakan benda terbesar di ruang angkasa. Ukurannya sendiri dikatakan setara dengan 1,3 juta Bumi jika digunakan untuk menutup semua permukaannya. Diameternya sendiri yakni sekira 864.000 mil.

Baca juga: Oktober 2017 Diprediksi Dunia Bakal Berakhir, Benarkah?

Jarak

Jika Matahari merupakan bintang yang terbesar di jagat raya, maka mengapa saat terlihat dari Bumi ukurannya tampak kecil? Jawabannya ialah karena jarak. Jarak Bumi dengan Matahari diperkirakan sejauh 93 juta mil. Oleh karena itu, saat Anda melihatnya sedang terbit atau terbenam, ukuran Matahari akan tampak seperti bola sepak.

Meski demikian, jarak Bumi dengan Matahari bukanlah yang terjauh. Masih ada planet lain, yakni Pluto, yang memiliki jarak sejauh sekira 3,67 miliar mil. Hal itu membuat Pluto menjadi planet terjauh di tata surya.

Usia

Hingga kini para ilmuwan masih belum mengetahui pasti berapa umur Matahari. Namun, dari beberapa penelitian tentang usia meteor yang jatuh serta bebatuan di Bumi, mereka memperkirakan bahwa usia Matahari sekira 4,5 miliar hingga 4,6 miliar tahun.

Temperatur

Sebagai bintang yang memancarkan cahaya paling terang, Matahari memiliki temperatur hingga 27 juta derajat Fahrenheit di bagian intinya. Sedangkan untuk di permukaannya, suhunya mencapai 10.000 derajat Fahrenheit. Sementara itu, bagian korona Matahari memiliki suhu hingga beberapa juta derajat Fahrenheit.

Baca juga: Mengejutkan! Ternyata Jumlah Lubang Hitam Lebih Banyak dari Perkiraan

Korona adalah sebuah aura plasma di sekitar Matahari dan planet lainnya. Korona biasanya hanya terlihat sebagai pita cahaya selama terjadinya gerhana matahari total.

Elemen Pembentuk Matahari

Matahari memang disebut sebagai bola gas raksasa. Namun sebenarnya, bintang terang tersebut terbuat dari plasma. Plasma tercipta saat atom dalam gas menjadi sangat panas kemudian terpisah dan elektron serta proton hidup bersama secara masing-masing.

Hampir 75% partikelnya terbuat dari hidrogen, sedangkan 25% adalah helium. Namun ada pula jejak sejumlah unsur lain seperti oksigen, karbon, neon, dan besi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini