Nih Penjelasan Bagaimana Seseorang Merasa Diculik Alien, Seperti Apa!

Dini Listiyani, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017, 01:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 56 1754387 nih-penjelasan-bagaimana-seseorang-merasa-diculik-alien-seperti-apa-zwUBudDBWw.jpg (Foto: Shutter Stock)

JAKARTA - Kepercayaan pada alien tampaknya meningkat sejak penelitian modern pada 1940-an hingga 1950-an menyusul perlindungan pesawat luar angkasa alien di Roswell, New York, pada 1947.

Survei di negara-negara Barat telah menunjukkan bahwa sebanyak 50% orang percaya bahwa ada alien, sementara sebuah jajak pendapat penting yang mendapat kritik pada 1991 menunjukkan bahwa 3,7 juta orang Amerika percaya bahwa mereka telah diculik.

Chris French, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam psikologi kepercayaan dan pengalaman paranormal, termasuk di antara jutaan orang yang percaya bahwa pertemuan alien mungkin terjadi.

 (Baca juga: Alien Sudah Berada di Bumi dan Menyamar Seperti Manusia, Benarkah?)

Sekarang dia merupakan Anomalistic Psychology Research Unit di Goldsmiths University. Ia mempelajari alasan mengapa orang percaya bahwa mereka memiliki pengalaman paranormal.

Baginya, contoh di atas merupakan contoh klasik adalah sleep paralysis, sebuah pengalaman mengerikan tapi mengejutkan yang umumnya sedikit orang yang mengetahuinya.

Untuk menjelaskannya, hal itu terjadi ketika otak kita terbangun dalam REM sleep sebelum tubuh kita melakukannya dan penelitian menunjukkan bahwa lebih dari satu dari 20 orang akan mengalami hal tersebut.

Bagi Profesor Prancis, ini merupakan salah satu dari dua alasan utama mengapa banyak orang benar-benar percaya bahwa mereka memiliki pengalaman paranormal dan yang lainnya merupakan kenangan palsu.

"Jika Anda memiliki versi monty, lonceng, dan siulan penuh dari kelumpuhan tidur, ini bisa sangat mengerikan dan rasanya terasa nyata," jelasnya seperti dikutip dari Metro.uk, Senin (14/8/2017).

 (Baca juga: Ada Kilatan Merah Misterius di Langit, Warga Khawatir Invasi Alien)

"Jika Anda tak tahu ada literatur ilmiah dan hanya ada sedikit orang yang mendapatkan versi yang jelas secara teratur, Anda mungkin berpikir 'Apakah saya akan marah atau sesuatu yang aneh terjadi'. Anda kemudian membaca sesuatu dari ufologist yang mengatakan 'jika Anda pernah mengalami pengalaman aneh Anda mungkin pernah diculik alien," tambahnya.

Kenangan Palsu

Mengingat ada banyak pengalaman paranormal, ahli ini menggarisbawahi bahwa ini akan menjadi 'kesalahan besar' untuk mencoba dan menjelaskannya dalam pendekatan ‘one size fits all’. Namun, menurutnya kenangan palsu itu merupakan tema yang berulang.

Kenangan palsu merupakan kenangan yang terasa sangat nyata bagi orang yang melaporkannya. Ia mengatakan bahwa mereka biasanya memulai sebagai peristiwa aneh atau tidak bisa dijelaskan dalam kehidupan seseorang yang mereka coba jelaskan melalui teknik seperti hipnosis.

"Ada banyak bukti yang menunjukkan (regresi hipnotis) merupakan cara yang bagus untuk menghasilkan kenangan palsu," jelasnya.

"Jika Anda pergi ke regresi hipnotis dengan kecuriagaan Anda mungkin telah diculik alien oleh orang asing, ada kesempatan yang relatif bagus, terutama jika Anda orang yang kreatif, Anda akan percaya bahwa Anda memiliki pengalaman alien," lanjutnya.

Profesor tersebut menjelaskan bahwa regresi hipnotis bukanlah satu-satunya cara untuk menghasilkan kepercayaan salah. Membuat seseorang membayangkan sesuatu yang pernah terjadi, berulang kali mewawancarai mereka atau meminta mereka untuk mengingat kembali rincian kejadian juga bisa menimbulkan kesan yang salah.

Orang yang cenderung berfantasi pada dasarnya memiliki imajinasi yang sangat kaya. Menurutnya, ia juga mungkin lebih rentan terhadap memori palsu.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini