Asyik! Tahun 2018, Astronot Bisa Gunakan Smartphone di Bulan

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017, 05:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 12 56 1754823 asyik-tahun-2018-astronot-bisa-gunakan-smartphone-di-bulan-kETYFko7c7.jpg (Foto: PTScientist)

JAKARTA – Astronot yang mengembara ke bulan di tahun depan akan memiliki kemampuan menggunakan smartphone mereka untuk berkomunikasi. Misi tersebut akan dilakukan oleh sebuah startup Jerman yang tengah mempersiapkan diri mendirikan infrastruktur telekomunikasi pertama di daratan bulan.

Perusahaan Jerman, Part Time Scientists, yang mulanya bersaing untuk lomba Google Lunar X Prize ke bulan, berencana mengirim seorang pendarat dengan rover pada akhir 2018, untuk mengunjungi lokasi pendaratan Apollo 17.

Alih-alih menggunakan sistem telekomunikasi khusus yang kompleks untuk menyampaikan data ke Bumi, perusahaan akan mengandalkan teknologi LTE, yakni sistem yang kini juga digunakan di Bumi untuk komunikasi telefon seluler.

Baca: DO YOU KNOW: Kenapa Bulan Selalu Mengikuti Bumi, Nih Penjelasannya!

“Kami bekerja sama dengan Vodafone untuk menyediakan stasiun base LTE di bulan,” kata Karsten Becker, yang memimpin pengembangan elektronika dan integrasi untuk startup, kepada Space.

“Apa yang ingin kita lakukan adalah menyediakan layanan komersial untuk membawa sesuatu ke bulan dan juga untuk menyediakan layanan di permukaan bulan,” imbuh Becker.

Part Time Scientists memiliki kontrak peluncuran untuk akhir 2018 dengan SpaceX sebagai muatan sekunder di roket Falcon 9.

Becker mengatakan bahwa perusahaan tersebut yakin akan menjadi entitas swasta pertama yang mencapai permukaan bulan, menunjukkan bahwa tak ada peserta Google Lunar X yang akan memenuhi tenggat waktu kompetisi yakni Desember 2017. Part Time Scientists sendiri, mengundurkan diri dari Google Lunar X Prize awal tahun ini karena kendala waktu kompetisi.

Baca juga: Benarkah Dahulu Bulan Dapat Dihuni Manusia? Ini Penjelasan Ilmuwan

Falcon 9 akan membawa tim pesawat ruang angkasa, Alina, ke orbit transfer geostasioner, orbit Bumi yang sangat elips dengan titik tertingginya adalah 26.000 mil (42.000 kilometer). Dari lokasi tersebut, Alina akan melanjutkan perjalanannya ke bulan.

“Kami akan mendarat dengan perlaha di bulan dan melepaskan dua rover kami, Audi Lunar Quatro rovers, yang akan kami tujukan ke Apollo 17," kata Becker.

“Dua rover pada dasarnya adalah ponsel yang akan mengomunikasikan streaming video kami ke Alina, yang berfungsi sebagai stasiun pangkalan LTE, dan Alina akan mengomunikasikan data tersebut kepada kami,” terangnya.

Dua rover, seperti yang muncul dalam film ‘Alien: Covenant’ tahun ini, akan memeriksa secara detail pesawat ruang angkasa Apollo 17 untuk melihat apa yang terjadi selama 45 tahun di permukaan bulan.

“Menggunakan modem LTE untuk mentransmisikan data kita, jauh lebih hemat energi ketimbang menggunakan komunikasi langsung (direct) Bumi,” jelas Becker.

Baca juga: Wow, Bulan Jadi 'Merah' Akibat Gerhana

Rover tersebut mendapatkan energi 90 watt dari panel surya, setengahnya untuk melaju. Sebelumnya dijelaskan Becker, setengah lainnya harus digunakan ke modem untuk berkomunikasi langsung dengan Bumi. “Dengan LTE, jauh lebih hemat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Becker, menyampaikan data melalui stasiun pangkalan memecahkan kesulitan dengan mengarahkan antena rover di medan lunar yang kasar dibanding langsung ke Bumi.

Dia mengatakan Part Time Scientists tak mengharapkan Alina dan rover miliknya bertahan pada malam bulan karena suhu rendahnya yang ekstrem. Namun, pengalaman yang diperoleh selama misi pertama akan digunakan dalam misi berikutnya yang bertujuan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi permanen di daratan bulan.

“Kami mencoba untuk menunjukkan bahwa Anda dapat menggunakan sarana komunikasi yang paling luas, yaitu jaringan mobile dan terutama jaringan LTE, di permukaan bulan, untuk menjalankan misi di sana. Kami bertujuan untuk memberikan solusi biaya yang efektif untuk masalah yang timbul dalam hal membangun desa di bulan,” kata Becker.

Baca juga: Terungkap! 4 Mitos Gerhana Bulan yang Tak Lekang Zaman

Menurut Becker Part Time Scientists berencana melakukan misi kedua pada 2020, yang akan membawa terminal LTE yang dirancang untuk bertahan di lingkungan bulan yang keras dalam waktu yang lama.

Perusahaan asal Jerman ini bekerjasama erat dengan European Space Agency, yang telah mengusulkan konsep desa di bulan yang akan menyebabkan kehadiran manusia permanen di permukaan bulan. Rencana ini akan membiarkan semua negara dan entitas berkontribusi pada keseluruhan operasi dengan keahlian unik mereka.

Pesawat ruang angkasa Alina bisa membawa muatan hingga 100 kilogram. Selama misi pertamanya, pesawat tersebut akan membawa tiga muatan, termasuk sebuah eksperimen yang dirancang oleh NASA Ames. Demikian seperti dilansir Space, Senin (14/8/2017). (Lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini