Terpecahkan! Ini Penjelasan Bagaimana Otak Mampu Mengenali Wajah

Riani Angle Agustine, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 12:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 56 1755044 terpecahkan-ini-penjelasan-bagaimana-otak-mampu-mengenali-wajah-WY19vYMi1b.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Tidak ada orang yang bisa mengenali orang lain dengan terburu-buru walaupun wajah yang dilihat familiar. Para ilmuwan sendiri sulit sekali untuk menjelaskan bagaimana otak manusia mengidentifikasi wajah-wajah yang familiar.

Dilansir dari Medicalxpress.com, kini para peneliti di The Rockefeller University telah mengungkap misteri bagaimana otak mengenali wajah-wajah yang familiar. Winrich Freiwald, kepala Laboratorium Neural Systems dan Sofia Landi, seorang mahasiswa pascasarjana menemukan 2 wilayah otak yang sebelumnya tidak diketahui dapat mengidentifikasi wajah.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa otak mengandung area yang merespon secara selektif terhadap wajah dibandingkan dengan jenis objek lainnya. Mereka juga tahu bahwa manusia memproses wajah yang familiar dan asing dengan cara yang berbeda.

Namun, usaha untuk meramalkan dasar saraf untuk membedakan antara persepsi wajah yang asing dan familiar pada manusia terbukti tidak meyakinkan. Freiwal dan Landi beralih pada kera, untuk mengidentifikasikan bagaimana mereka bisa mengenali wajah, mereka menggunakan kera sebagai bahan penelitian karena lebih mudah dipelajari dibanding dengan manusia dan karena kera memiliki banyak kesamaan dengan manusia.

Dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional, Landi dan Freiwald mengukur aktivitas otak kera saat mereka merespon gambar wajah lain. Wajah-wajah tersebut dibagi dalam 3 kategori, orang yang akrab dan pernah tinggal bersama dalam waktu yang lama dengan kera, orang yang akrab dengan mereka karena sering melihat orang tersebut ratusan kali, dan wajah yang benar-benar asing.

Para peneliti mengharapkan jaringan pengolah wajah kera bereaksi sama dengan dua jenis wajah pertama. Namun sebaliknya, keseluruhan sistem menunjukkan aktivitas lebih dalam untuk menanggapi wajah kenalan lama.

Wajah yang hanya familiar secara visual menyebabkan berkurangnya aktivitas di beberapa daerah. "Seluruh jaringan tidak tahu bagaimana membedakan wajah-wajah akrab dari wajah yang familiar secara visual," ungkap Landi.

Wajah yang diketahui kera selama bertahun-tahun mendorong pengaktifan 2 area selektif wajah yang sebelumnya tidak diketahui. Area yang tidak diketahui tersebut adalah memori deklaratif, di mana area tersebut terdiri dari fakta dan peristiwa yang diingat secara sadar.

Area lainnya berada di wilayah pengetahuan sosial, area tersebut memiliki informasi tentang individu dan posisinya dalam hierarki sosial. "Bentuk memori tersebut sangat spesifik, dan area tersebut sangat berkembang pada primata dan tentu saja pada manusia," ungkap Freiwald.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini