nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Elevenia, CEO XL Axiata: Bisnis Digital Sebaiknya Tak Bernaung di Dalam Perusahaan

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 17:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 14 54 1755743 soal-elevenia-ceo-xl-axiata-bisnis-digital-sebaiknya-tak-bernaung-di-dalam-perusahaan-XwPTg3tK0u.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Keberlangsungan bisnis digital XL Axiata melalui e-commerce-nya hingga saat ini masih menjadi misteri. Belum lama ini, XL Axiata menyebutkan tengah melakukan fund rising untuk mendukung kelangsungan bisnis Elevenia. Sayangnya hingga saat ini langkah tersebut belum juga terungkap.

Saat Okezone mengonfirmasi hal tersebut kepada CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa bisnisnya di Elevenia masih dibicarakan internal perusahaan.

“Sebentar lagi ya. Kalau sampai sekarang masih proses, jadi akan kita sampaikan segera hasilnya,” kata Dian di kantor Okezone, Senin (14/8/2017).

Baca: Genjot Bisnis Digital, XL Mulai Fund Rising Elevenia

Menurutnya, model bisnis telekomunikasi dan digital memang berbeda, sehingga sulit bagi perusahaan seperti XL Axiata untuk mendulang kesuksesan berkat e-commerce.

“Bisnis digital itu kalau kita lihat di seluruh dunia, telco yang berhasil masuk ke bisnis digital sedikit banget. Jadi emang sulit ya. Karena memang bisnis ini matriksnya berbeda,” terangnya.

Dijelaskan Dian, matriks bisnis telekomunikasi dilihat dari jumlah revenue yang didapatkan perusahaan. Sementara itu, matriks bisnis digital lebih kepada matriks gap. Akibatnya, bisnis digital memberikan dampak yang negatif bagi perusahaan.

Menurut Dian, bisnis digital seperti e-commerce tidak cocok dijalankan dalam satu perusahaan, seperti yang dilakukan XL Axiata bersama Elevenia saat ini.

“Karena perbedaan bisnis model yang luar biasa itu, menurut saya bisnis digital sebaiknya tidak di dalam perusahaan itu sendiri. Jadi kalau mau di grup, masih memungkinkan bukan di level operasional,” kata Dian.

Meski memaparkan hal tersebut, Dian enggan mengungkapkan kelangsungan bisnis digitalnya melalui Elevenia. Ia hanya menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi karakteristiknya sangat berbeda dengan bisnis digital.

Baca juga: Perkuat Layanan Data, XL Targetkan Pelanggan 4G Capai 20 Juta

Diketahui, bisnis digital XL Axiata secara keseluruhan hanya memberikan sedikit kontribusi bagi revenue perusahaan, yakni sejumlah 5%. Sementara itu, jumlah laba bersih XL Axiata pada semester I tahun 2017 meningkat 71% dibanding periode yang sama di tahun lalu, yakni sebesar Rp95 miliar.

Kontribusi yang terbilang besar diperoleh XL Axiata dari layanan data yang meningkat 18% dan memberikan kontribusi kepada pendapatan jasa perusahaan sebesar 67%.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini