nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menginspirasi, Pengakuan CEO XL Axiata Dahulu Sempat Panjat Menara BTS!

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 14 54 1755757 menginspirasi-pengakuan-ceo-xl-axiata-dahulu-sempat-panjat-menara-bts-NLCQm4ZQ9b.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebuah kesuksesan diraih dengan usaha dan kerja keras dari nol. Inilah yang dialami oleh Dian Siswarini, CEO XL Axiata dalam acara CEO Talk di kantor Okezone, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Dian yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro mengawali kariernya di posisi Radio Engineer pada 1996. Sebagai engineer yang umumnya didominasi laki-laki, tak menghalangi dirinya untuk tekun menjalani profesinya.

Baca juga: Soal Merger Operator Seluler, XL Axiata: Kami Sepakat Konsolidasi

Sebelum ia menduduki posisi CEO, ia sempat menjabat sebagai Vice President Network pada 2005. Kemudian, berkat kerja keras serta passion-nya, ia diberikan amanah sebagai Direktur Digital Services Officer di Departemen Content and New Business pada 2013.

Lalu pada 2014 ia ditantang untuk bekerja di induk usaha XL yaitu PT. Axiata di Malaysia sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer. Pada 2015, setelah ia kembali ke Indonesia ia diangkat sebagai CEO XL Axiata.

 

"Ini merupakan amanah yang luar biasa, karena kita berdiri paling atas dengan karyawan ribuan lebih. Selain itu, kita memiliki puluhan juta customer. Kita harus beri service yang memuaskan," ujar Dian.

Ketika berada di posisi sebagai engineer, sebagai perempuan ia tidak gentar walau harus naik ke menara BTS (Base Transceiver Station). Padahal, pekerjaan ini yang umumnya digeluti oleh kaum adam.

Baca juga: Perkuat Layanan Data, XL Targetkan Pelanggan 4G Capai 20 Juta

"Pertama kali di posisi engineer, dari bawah. Saya masuk sebagai radio engineer, yang menentukan BTS tower itu harus ada di mana," tuturnya.

Ia menjelaskan sebuah foto dirinya ketika naik di menara BTS. "Jadi foto ini diambil di Belitung waktu itu kita lagi launching jaringan 4G di Belitung," ujarnya mengawali kisahnya.

Oleh karena rekan wartawan ingin melihat karena dahulu dirinya sering naik ke tower BTS, akhirnya ia pun mau memenuhi permintaan wartawan. "Ayo dong buktikan masih bisa enggak sekarang? Setelah 20 tahun kemudian, jadi ya terpaksa saya naik tower waktu itu, dan ternyata alhamdulillah. Kalau dulu karena sudah sering, tapi sekarang, deg-degan lagi," katanya sembari tersenyum.

Perempuan yang sudah lebih dari dua dekade di dunia telekomunikasi ini mengatakan, dunia teknologi maupun telekomunikasi itu tidak hanya diperuntukan bagi laki-laki. "Dunia teknologi untuk laki-laki, itu kurang tepat. Perempuan juga punya kesempatan, kapabilitas yang sama dengan laki-laki untuk menggeluti bidang telekomunikasi," pungkas Dian.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini