Soal Merger Operator Seluler, XL Axiata Tunggu Regulasi Kominfo

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 14 54 1755805 soal-merger-operator-seluler-xl-axiata-tunggu-regulasi-kominfo-wIU5aWcFKY.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali merekomendasikan operator seluler Tanah Air untuk melakukan konsolidasi atau merger. Rekomendasi ini sendiri sejak lama digaungkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Untuk lebih memotivasi operator seluler, menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut juga mencanangkan aturan konsolidasi melalui peraturan menteri (permen).

Menyambut hal tersebut, XL Axiata menyatakan bahwa konsolidasi merupakan jalan keluar yang baik untuk membuat industri telekomunikasi lebih sehat.

“Ini menurut saya jalan keluar yang baik untuk industri lebih sehat, karena player (operator telekomunikasi) terlalu banyak,” kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini kepada Okezone, Senin (14/8/2017).

Diketahui, jumlah operator yang beroperasi di Indonesia berjumlah sebanyak tujuh operator. Jumlah tersebut dinilai terlalu ‘kebanyakan’, tak hanya oleh Chief RA, namun juga oleh beberapa pejabat operator seluler.

Idealnya, jumlah operator hanya berkisar 3-4 perusahaan. Senada dengan Menkominfo dan beberapa operator lainnya, Dian menyebutkan bahwa tiga operator merupakan jumlah yang ideal.

“Saya setuju dengan Menkominfo 3-4. 3 ideal, 4 masih bisa acceptable, tapi 3 is the best number, supaya industrinya sehat. Karena kalau lebih dari itu akan ada saja yang tergoda untuk melakukan sesuatu yang irrasional,” terang Dian.

Diakui CEO XL Axiata tersebut, perusahaannya juga menyetujui rekomendasi merger yang didorong oleh pemerintah. Meski begitu, ia mengharapkan regulasi yang jelas untuk konsolidasi.

Sebagaimana diketahui, aturan untuk konsolidasi sendiri belum dirancang oleh Kominfo. Namun Chief RA menyebutkan akan segera membuat Permen konsolidasi agar rekomendasinya diindahkan oleh operator seluler Tanah Air.

“Menurut saya konsolidasi cara yg baik untuk industri yang lebih sehat, tapi belum ada kepastian regulasi. Kalau belum ada regulasi, nggak ada yang berani (konsolidasi) dong,” katanya.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, XL Axiata telah melakukan akuisisi Axis dengan mahar sekira USD850 juta. Namun XL Axiata diminta untuk mengembalikan spektrum yang dimiliki Axis kepada pemerintah.

Tak ingin hal tersebut terulang, Dian meminta pemerintah untuk mempersiapkan regulasi yang jelas.

“Kalau belum ada regulasi, spektrumnya dikembalikan nggak ada yang berani (konsoliadasi). Kita mengeluarkan 850 juta untuk Axis, padahal kita beli itu adalah untuk spektrum kan, jadi sekarang kalau nggak ada kepastian hukum nggak ada yang berani. Jadi pemerintah harus menyelesaikan PR dulu, selesaikan dulu regulasinya,” papar Dian.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini