Indonesia Akan Terapkan 5G di 2019, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 15 54 1756531 mendarat-2019-siapkah-indonesia-menerapkan-jaringan-5g-mhhtqYUfRa.jpg (Foto: Lely Maulida/ Okezone)

JAKARTA - Teknologi tak hentinya berkembang dan menghujani berbagai negara di dunia. Tak hanya dari sisi perangkat, teknologi jaringan juga ikut berkembang dari waktu ke waktu.

Setelah 4G, jaringan 5G kini menjadi perbincangan hangat di dunia telekomunikasi. Jaringan 5G bahkan digembar-gemborkan siap dirilis pada tahun 2019. Namun apakah Indonesia siap mengadopsi teknologi tersebut?

Berbagai vendor jaringan seluler memang telah siap mengimplikasikan teknologi 5G ke berbagai perangkat. Meski begitu, menurut Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika  (Kominfo), Basuki Yusuf Iskandar, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang banyak jika ingin mengimplementasikan jaringan 5G.

(Baca juga: Jabat Tangan! Operator Seluler di Indonesia Sepakat Merger)

"Bagi temen-temen produsen pasti siap. Tapi bagi kita, di mana 4G saja baru 55%, banyak yang harus kita lakukan untuk akselerasi," kata Basuki dalam gelaran A Half-Day Seminar on 5G di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Jaringan 5G disebut menawarkan tingkat latensi yang sangat rendah atau sekira kurang dari satu milidetik dan kecepatan akses data yang tinggi yakni lebih dari 100 Mbps. Tak hanya itu, teknologi 5G juga akan menciptakan peluang bagi model bisnis dan industri baru. 

Di sisi industri, teknologi 5G memang akan membantu membuat operasional perusahaan menjadi lebih efisien. Meski begitu, menurut Basuki perlu regulasi serta campur tangan dari berbagai sektor pemerintah dan lembaga untuk menyangga teknologi tersebut serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa memaksimalkan manfaat jaringan 5G.

(Baca juga: Soal Elevenia, CEO XL Axiata: Bisnis Digital Sebaiknya Tak Bernaung di Dalam Perusahaan)

"Ini nggak hanya pemerintah, kalau regulasi memang pemerintah, tapi kalau masalah sosial development semua sektor. Teknologi bagus kalau dimengerti, kalau ngertinya separo-separo kan sayang," katanya.

Sayangnya, teknologi tersebut masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah sendiri melalui Kominfo tengah melakukan studi untuk mengimplikasikan teknologi 5G. Dijelaskan Basuki, Indonesia sebaiknya mengamati teknologi baru tersebut dan mengambil pelajaran dari pengguna di negara lain.

"Kita sedang studi (5G), rekomendasi saya kita tidak menjadi first adapter, agak terlambat tetapi tidak terlampau lambat, sehingga kita belajar dari pengguna dan negara lain dan mengambil keuntungan lain dari negara-negara lain," terang Basuki.

Tak hanya dari pandangan pemerintah, beberapa vendor teknologi 5G juga menyebutkan bahwa regulasi memiliki peran penting bagi kelangsungan 5G. Dalam kesempatan yang sama, Senior Director and Head of Goverment Affairs, SEA Taiwan & Pacific, Julie G Welch mengatakan pihaknya mengimbau pemerintah Indonesia untuk segera merumuskan aturan 5G, sera mengidentifikasi potensi dan alokasi spektrum yang potensial untuk 5G.

(Baca juga: Soal Merger Operator Seluler, XL Axiata Tunggu Regulasi Kominfo)

"Indonesia harus mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi 5G sudah ada. Di Indonesia pemerintah harus consider spektrum alokasinya supaya bisa mendeliver data. Pemerintah Indonesia juga sebaiknya memiliki regulasi teknologi 5G," papar Julie.

Sebagai informasi, selain berbagai vendor jaringan, beberapa negara juga telah mengumumkan rencananya untuk melakukan uji coba jaringan 5G. Dikatakan Julie, Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa dan Amerika Serikat termasuk dari daftar negara tersebut. (din)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini