Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Jadi Host, Benarkah Pekerjaan Manusia Akan Diambil Alih oleh Robot?

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 04:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 15 56 1755996 waduh-jadi-host-benarkah-pekerjaan-manusia-akan-diambil-alih-oleh-robot-nkyA5dISO7.jpg Foto : Daily Mail

LONDON – Perusahaan produksi TV di Inggris mengklaim bahwa mereka sedang mengerjakan sebuah program di mana robot akan menggunakan kecerdasan buatan untuk memecahkan masalah keluarga dan masalah hubungan selebriti.

Double Act Productions sedang mengerjakan pertunjukan di mana mereka akan menggunakan robot sebagai pengganti host manusia mereka menurut sebuah laporan di Daily Star.

Produser casting perusahaan yakni Kieran McCarthy sudah mencari selebriti yang akan diuji coba dalam acara tersebut.

Salah satu agen yang didekati McCarthy mengatakan,”Saya tidak keberatan merepresentasikan robot tersebut, karena tidak seperti host manusia, semoga ini bisa membahagiakan dengan kesepakatan yang bisa saya perbaiki. Kedengarannya seperti itu TV yang mempesona. Jeremy Kyle perlu terus melihat dari balik bahunya, karena kecerdasan buatan bisa menjadi masa depan.”

“Saya ingin berbagi kesempatan TV yang menarik ini untuk melihat apakah mungkin ada orang-orang dalam kelompok Anda yang mungkin tertarik. Kami mencari karakter hebat di Inggris untuk pertunjukan prime-time baru yang besar di salah satu saluran terestrial utama. Kami mencari cerita di mana ada dilema atau pasangan, keluarga atau teman yang perlu membuat keputusan besar. Ini bisa saja apa saja - besar atau kecil! Kami menguji coba teknologi baru yang membantu pasangan, anggota keluarga atau teman membuat keputusan penting dengan berbicara dengan robot canggih,” ujar produser acara TV tersebut.

Memang, hal ini bukan pertama kalinya disarankan bahwa robot akan mengambil pekerjaan manusia. Pada Mei, periset membuat sebuah situs web untuk mengungkap posisi mana yang kemungkinan akan diganti oleh mesin.

Dijuluki ‘Will Robots Take My Job’, alat ini memungkinkan pengguna mengetik dalam pekerjaan mereka dan memberi mereka perkiraan pengganti dan risiko otomasi. Penelitian ini juga mengungkapkan jika manusia ditakdirkan atau benar-benar aman dari mesin.

Pekerjaan kasir digolongkan sebagai salah satu yang berisiko tinggi, dengan tingkat risiko dan otomasi 97%. Begitupun dengan pekerjaan koki yang memiliki angka 94%, diikuti oleh penjual eceran dengan 92%. Namun, di sisi lain ada koreografer yang mempunyai angka 0,4%, apoteker 1,2% dan insinyur memiliki peluang 1,4% untuk pengambilalihan robot.

Sebelumnya, CEO Tesla sekaligus SpaceX Elon Musk juga mengungkapkan ketidak setujuan akan hadirnya kecerdasan buatan yang semakin lama akan menggerogoti masa depan manusia.

Dalam akun Twitter-nya Musk mengungkapkan, ”Jika Anda tidak peduli dengan keamanan AI, Anda harus menjadi korban yang lebih besar daripada Korea Utara”.

Tak ketinggalan dia juga mengunggah poster wanita dengan tulisan, ”Pada akhirnya, mesin akan menang”.

Mesin memang akan selalu menang dan mengalahkan manusia. Seperti telefon yang telah mengubah manusia menjadi kecanduan dan tak bisa terlepas dari kecanggihannya. Meski begitu, Musk berpikir manusia bisa melakukan sesuatu untuk melawan robot. Demikian dinukil dari Daily Mail, Selasa (15/8/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini