Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati! Nih Dampak Negatif Bermain Video Game

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 05:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 17 326 1757952 hati-hati-nih-dampak-negatif-bermain-video-game-5E7FshF5k6.jpg Foto : AFP

JAKARTA – Masa kini, teknologi dalam bidang video game sudah sangat maju. Anda bahkan anak-anak pun dapat bermain kapan saja dan di mana saja.

Dengan layanan console portable ataupun lewat mobile game, video game dapat dimainkan oleh semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Namun, bukan berarti video game tak memiliki dampak negatif.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr Véronique Bohbot dari Douglas Mental Health University Institute dan Dr Greg West dari Université de Montréal menunjukkan bahwa pemain video game rata-rata menggunakan otak mereka untuk senavigasi perubahan dampak permainan pada sistem saraf mereka.

Untuk membuktikannya, para peneliti mencoba membandingkan dengan memisahkan kedua peserta yakni peserta dari sekolah menengah (didik) dan para pemain dengan satu video game.

"Berkat tes navigasi dan pemindaian otak yang kami lakukan, penelitian kami menunjukkan bahwa peserta didik merespons, para pemain menggunakan sistem autopilot dan otak mereka untuk navigasi, para peserta mengalami kehilangan materi abu-abu di hippocampus setelah bermain video game selama 90 jam,” kata Dr Greg West, peneliti dan profesor di Université de Montréal.

Hippocampus adalah struktur kunci yang terlibat dalam memori spasial (orientasi) dan memori episodik (kejadian otobiografi) di dalam otak. Sebaliknya, pembelajar spasial, mereka yang menggunakan hippocampus untuk menavigasi, dapat meningkatkan materi abu-abu mereka setelah bermain dalam jumlah waktu yang sama.

"Jumlah waktu layar yang sama dengan game 3D-platform hanya meningkat di sistem ini di semua peserta,” tambah Dr Greg.

"Sebenarnya, pelaku permainan video game hampir dua kali lebih rentan untuk dikategorikan sebagai peserta didik (83%) dibandingkan dengan pemain game non-video (43%). Hal ini sangat penting bila Anda tahu betapa pentingnya hippocampus untuk kognisi yang sehat," jelas rekan penulis Dr Véronique Bohbot, peneliti di Douglas Mental Health University Institute.

Peserta dengan jumlah materi abu-abu yang lebih rendah di hippocampus diketahui berisiko tinggi mengembangkan penyakit neuropsikiatrik seperti depresi atau penyakit Alzheimer.

Hubungan kausal antara interaksi manusia dengan komputer seperti permainan aksi. Namun secara signifikan, belum diketahui bagaimana dampak negatif dari berbeda video game itu dapat benar-benar berbahaya bagi manusia dan perlu ditentukan melalui studi jangka panjang lebih lanjut.

Penelitian yang berbeda dilakukan para peneliti untuk bermain selama 90 jam dari berbagai jenis permainan video, hasilnya menunjukkan bahwa video game dapat merusak atau menguntungkan sistem memori spasial otak.

Tidak hanya bergantung pada strategi navigasi yang digunakan pemain, namun juga pada genre permainan video yang mereka pilih.

Para ilmuwan menunjukkan bahwa bermain game 3D selama 90 jam dapat meningkatkan materi abu-abu di sistem memori hippocampal untuk kedua jenis pemain. Demikian dinukil dari Science Daily, Kamis (17/8/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini