Cara Bos Facebook Tanggapi Bentrok di Charlottesville

Afriani Susanti , Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017, 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 18 207 1758508 cara-bos-facebook-tanggapi-bentrok-di-charlottesville-92ghhdW1QX.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

AMERIKA SERIKAT – Baru-baru ini terjadi sebuah bentrok di kota Charlottesville terhadap kelompok eo-Nazi/nasionalis kulit putih kepada para penentangnya. Atas insiden tersebut, satu orang tewas dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kejadian yang memakan korban tersebut pun mengundang bos Facebook yakni Mark Zuckerberg, untuk berkomentar melalui akun Facebook miliknya. Melalui posting-an tersebut suami dari Pricilla Chan itu menuliskan bahwa sebagai manusia tidak dilahirkan untuk saling membenci.

Baca juga: Facebook Uji Fitur Anyar yang Disesuaikan Minat Pengguna, seperti Apa?

“Kita dilahirkan bukan untuk saling membenci. Kita juga dilahirkan tidak dengan pandangan yang ekstrem. Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan setiap masalah, tapi kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan apa yang bisa dilakukan,” ucapnya seperti dinukil Okezone dari laman Facebook Mark Zuckerberg.

Pria kelahiran 14 Mei 1984 ini juga mengatakan bahwa Facebook bisa menjadi tempat di mana masyarakat dengan pandangan berbeda dapat berbagi ide mereka. Dan berdebat adalah bagian dari hubungan pergaulan yang sehat.

“Tapi ketika seseorang mencoba untuk membungkam atau menyerang orang lain berdasarkan apa yang mereka percayai, itulah yang menyakitkan kita semua dan sesuatu yang tidak bisa diterima,” ujarnya.

Baca juga: Keren! Facebook Aktifkan Fitur Safety Check Usai Serangan Teror Barcelona

Menurut pria yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas Harvard ini, tidak ada tempat bagi komunitas yang saling membenci. Itu sebabnya, selalu ada posting-an yang ditampilkan untuk sejumlah aksi teoris, termasuk yang terjadi di Charlottesville.

“Dengan potensi yang lebih demokrasi, kami melihat situasi semakin dekat dan akan mengancam banyak fisik. Kami tidak selalu sempurna, tapi Anda memiliki komitmen saya untuk terus bekerja membuat Facebook menjadi tempat di mana semua orang bisa merasa aman,” jelasnya.

Mark juga menuliskan dalam beberapa hari terakhir adalah sebuah proses yang sulit. Sebab, banyak masyarakat yang telah bertanya dari mana kebencian ini berasal.

Baca juga: Facebook Jadi Brand Paling Dicintai di Dunia, Benarkah?

“Pikiran saya adalah korban dari tindak kebencian, dan setiap orang yang memiliki dorongan untuk terus berdiri setiap harinya. Selalu ada orang jahat di seluruh dunia, tapi mungkin kita tidak bisa melakukan apa pun mengenai hal tersebut. Kami perlu membawa orang untuk lebih dekat bersama-sama, dan saya tahu kita bisa membuat progres tersebut,” tambahnya. (afr)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini