Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Diperketat! Pemerintah China Ingatkan Alibaba Tak Jual VPN

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017 04:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 18 207 1758741 aturan-diperketat-pemerintah-china-ingatkan-alibaba-tak-jual-vpn-g0uhq2gKUM.jpg (Foto: Reuters)

BEIJING - Otoritas China telah mengeluarkan peringatan kepada platform e-commerce populer di negaranya atas penjualan Virtual Private Networks (VPN) yang memungkinkan pengguna melewati sensor negara. Lima situs web termasuk Taobao.com Alibaba, telah diminta untuk segera menghapus vendor yang menjual VPN.

Dilansir dari Dailymail, beberapa dari e-commerce tersebut diperintah untuk menghentikan registrasi pengguna baru untuk menangguhkan layanan dan menghukum staf yang bertanggungjawab. Hal tersebut merupakan otoritas terbaru dalam serangkaian tindakan yang diambil oleh China untuk mengamankan internet dan mempertahankan kontrol ketat atas konten.

“The Cyberspace Zheijiang China (CAC) telah memerintahkan kelima situs ini untuk segera melakukan pembersihan informasi berbahaya secara menyeluruh, menutup akun ilegal dan mengirimkan laporan rektifikasi menurut tenggat waktu,” ungkap cabang dinas Cyberspace Zhejiang China (CAC).

Pengawasan semakin diperkuat menjelang Kongres Nasional Partai Komunis ke-19 akhir tahun ini. China mengatakan sedang menyelidiki situs media sosial utamanya termasuk WeChat dan Weibo.

Regulator telah membatasi puluhan jaringan VPN lokal dan memesan Apple Inc dan toko aplikasi lainnya untuk menghapus aplikasi VPN asing yang memungkinkan pengguna mengakses situs-situs asing yang telah disensor pemerintah.

China juga telah mengeluarkan undang-undang yang mulai berlaku awal 2018. Aturan tersebut mengharuskan penyedia telekomunikasi dan perusahaan teknologi memainkan peran lebih besar dalam menghapus VPN.

Di pasar online China termasuk situs e-commerce terbesar Taobao, vendor menjual berbagai alat untuk mengatur VPN personal. Hal tersebut sulit untuk pemerintah melacak dan memblokir web yang dibuka lewat jaringan pribadi.

Situs lain yang disebut dalam penyelidikan termasuk jaringan belanja sosial yang berfokus pada kaum muda Mogujie dan platform hiburan Xiami dan Peiyinxiu. Pemberitahuan tersebut tidak menentukan batas waktu di mana situs tersebut harus menyelesaikan rektifikasinya.

(ahl.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini