Saham Terus Menurun, BlackBerry Fokus Jelajahi Mobil Otonom

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017, 22:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 21 207 1760274 saham-terus-menurun-blackberry-fokus-jelajahi-mobil-otonom-utqYNuobEY.jpg Foto : Reuters

JAKARTA – Mengalami kenaikan pendapatan tertinggi selama dua tahun di bulan Juni, kini saham Blackberry justru terperosot jauh. Pendapatan yang tidak sesuai target dan ancaman persaingan telah menimbulkan keraguan tentang prospek perputaran bisnis pembuat perangkat lunak itu.

Dilaporkan Reuters, Senin (21/8/2017), harga saham BlackBerry pada Jumat 18 Agustus 2017 sekitar USD8.70 saat diperdagangkan di Amerika Serikat, sehingga kehilangan seperempat dari nilainya sejak mencapai level tertinggi USD11,74 pada 1 Juni.

Saham tersebut telah rally dari level terendah USD6,65 pada awal Maret, dengan harapan dapat mengembangkan sistem operasi industri QNX untuk mobil otonom. Namun para investor mulai menilai ulang usaha keras BlackBerry bertahun-tahun untuk bergerak melampaui smartphone.

“Ini adalah kisah yang berputar sekarang atau sekira lima tahun lagi. Orang tidak memiliki kesabaran,” ujar Joel Kulina, pembuat pasar teknologi untuk Wedbush Securities.

Chief Executive Officer Jhone Chen telah bertahun-tahun membuat BlackBerry sebagai perusahaan perangkat lunak yang berfokus pada penjualan mobil dan bisnis industri lainnya.

Pendapatannya mencapai puncak sekira USD20 miliar saat BlackBerry mendominasi pasar smartphone namun telah turun secara tajam. Analis memperkirakan perusahaan tersebut akan turun saham di bawah USD1 miliar tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2004 dan menurun lagi di tahun fisikal berikutnya.

“Kami tidak akan melompat sebelum kami melihat beberapa tanda untuk mengubah sudut dan membangun profitabilitas yang berarti,” kata Chris Zaccarelli selaku Manajer Cornerstore Financial Partners di Huntersville, North Carolina yang memberi saran tentang aset senilai USD1,2 miliar.

Pada akhir Juni, BlackBerry melaporkan pendapatan kuartal dan mengalami penurunan penjualan yang tak terduga. Sebab, perusahaan tersebut terlalu menargetkan pendapatan, akibatnya saham perangkat lunak dan layanan dari sebesar 10% menjadi 15% per tahun.

BlackBerry menolak berkomentar mengenai harga saham tersebut, namun manajer QNX Grant Courville mengatakan pihaknya akan menandatangani beberapa kesepakatan dengan tiga perusahaan besar untuk mendapatkan QNX ke dalam kendaraan otonom.

Tahun lalu, BlackBerry mengumumkan kesepakatan dengan Ford Motor Co untuk memperluas penggunaan QNX yang sebagian besar digunakan pada sistem informasi dan hiburan mobil. Perusahaan juga telah memberikan beberapa rincian tentang pengaturannya.

Bukan berati tanpa halangan, Intel Corp justru merupakan ancaman bagi QNX. Produsen chip nomor satu di dunia memiliki sistem operasi saingan dan tahun ini Intel mengakuisisi Mobileye dengan USD15,3 miliar. Mobileye merupakan pembuat sensor dan kamera untuk kendaraan otonom.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini