Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Strategi Jack Ma untuk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Apa Itu?

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 05:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 22 207 1760987 ini-strategi-jack-ma-untuk-jadi-orang-terkaya-di-dunia-apa-itu-3R3PjhyQNW.jpg Foto : AFP

JAKARTA – Selama bertahun-tahun, tampaknya beberapa pengusaha yang berbasis e-commerce seperti Jack Ma hanya bisa mengikuti jejak Jeff Bezos sebagai bos Amazon.com. Sama seperti Amazon yang berbasis di Seattle, raksasa belanja online China tersebut memulai bisnis dengan menjajal cloud computing dan menciptakan konten hiburan asli.

Tapi ketika Amazon mengakuisisi Whole Foods Market senilai USD13,7 miliar, tentu saja hal itu mengirimkan gelombang kejut ke seluruh industri ritel, tetapi Ma tetap tegar.

Ternyata, Alibaba diam-diam menginkubasi konsep toko kelontong Hema selama dua tahun. Perusahaan tersebut meluncurkan tiga lokasi baru bulan lalu, sehingga totalnya menjadi 13 toko dan sebagian di Shanghai dan Beijing.

Hema merupakan supermarket yang cerdas karena menggabungkan belanja online dan offline, di mana pelanggan yang telah mendownload torjan pemindai aplikasi Hema pada produk, dan membayar dengan dompet digital Alipay.

Sebagai daya tarik, Hema juga menyasar kuliner. Seafood hidup merupakan salah satu kuliner yang paling utama bagi China, konsumen banyak yang menginginkan ikan segar dan sering bersikeras untuk memilihnya sendiri. Pelanggan di Hema dapat memilih sendiri kepiting atau lobster mereka dan memiliki pilihan dimasak di tempat atau membawanya ke rumah mereka.

Pada pendapatan kuartal Alibaba Kamis pekan lalu, para eksekutif menghabiskan banyak waktu untuk mendiskusikan strategi ritel offline perusahaan.

"Ini bukan supermarket, ini juga bukan food court di mall. Ini adalah model baru, Hema hanya contoh bagaimana Alibaba bisa mengoperasikan bisnis offline yang ada,” kata Chief Executive Officer Hema Daniel Zhang.

Namun, di balik kesuksesan Amazon juga terdapat ancaman terhadap model online-nya, karena raksasa ritel seperti Walmart mulai melanggar batas wilayahnya.

Bezos dipaksa untuk melakukan ekspansi ke ritel fisik dan bukan hanya belanjan online. Dia juga membuka toko buku yang kemudian digunakan perusahaan untuk menyoroti gadget-nya.

Jika Alibaba tampaknya berada di depan untuk saat ini, sebagian dari itu berkaitan dengan susunan ritel di China. persaingan lebih ketat daripada di luar waktu. Skala online Alibaba mengungguli pesaing fisiknya, menurut James Cordwell seorang analis di Atlantic Equities, sementara Amazon hanya sekira sepertiga dari total pendapatan Walmart.

“Saya menduga Amazon mengetahui apa yang Alibaba lakukan. Akan ada beberapa tingkat penyalinan yang akan terjadi di antara keduanya,” ujar James seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu  (23/8/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini