Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE STORY: Sempat Terusir dari Rumah, Yuri Gagarin Sukses Jadi Astronot Pertama di Dunia

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 22 56 1760957 okezone-story-sempat-terusir-dari-rumah-yuri-gagarin-sukses-jadi-astronot-pertama-di-dunia-ruFnZibpHS.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA – Profesi menjadi seorang astronot kerap menjadi salah satu yang diidamkan oleh banyak orang. Sebagaimana diketahui, menjadi astronot akan mengemban tugas untuk melangsungkan misi dan menjelajah luar angkasa.

Pemandangan dan berbagai fakta di luar bumi tersebut tentunya menarik banyak orang untuk menelusur hingga bercita-cita menjadi seorang astronot. Namun tahukah Anda, siapa orang pertama yang menjadi astronot dan menjelajah luar angkasa?

Amerika Serikat dan Uni Soviet berkompetisi untuk mendorong eksplorasi manusia ke luar angkasa. Sebelum NASA melakukan misi, orang-orang Rusia mencetak kemenangan setelah mereka meluncurkan pesawat yang membawa astronot Yuri Gagarin ke angkasa.

Penerbangan tersebut tercatat selama 108 menit, hingga mencetak sejarah sebagai orang pertama di luar angkasa.

Gagarin merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia lahir pada 9 Maret 1934 di sebuah desa kecil yang berjarak 100 mil dari Moskow, ibukota Rusia saat ini. Ayahnya, Alexey Ivanovich Gagarin, bekerja sebagai tukang kayu dan tukang batu. Sementara ibunya, Anna Timofeyevna Gagarina, bekerja sebagai milkmaid.

Pada 1941, Yuri Gagarin baru berusia tujuh tahun saat Nazi menyerang Uni Soviet. Saat itu kehidupan amat sulit selama perang dan Gagarin diusir dari rumahnya. Nazi juga mengirim dua saudara perempuan Gagarin ke Jerman untuk bekerja sebagai buruh paksa.

Saat remaja, Gagarin menyaksikan pesawat tempur Yak Yak Rusia melakukan pendaratan darurat di dekat rumahnya. Di sekolah, Gagarin menyukai matematika dan fisika. Ia melanjutkan ke sebuah sekolah perdagangan, di mana ia belajar menjadi pekerja logam kemudian melanjutkan ke sekolah industri.

Di sekolah industri di Saratov saat ditawari kesempatan, beberapa tahun kemudian ia bergabung dengan klub penerbangan dan dengan semangat menerimanya. Gagarin melakukan penerbangan solo perdananya pada 1955.

Sejak saat itu, ia mencintai dunia penerbangan dan bergabung bersama Angkatan Udara Soviet. Keterampilan Gagarin membawanya ke Sekolah Penerbangan Orenburg tempat dia belajar menerbangkan MiG. Pada hari yang sama ia lulus dari Orenburg dengan penghargaan tertinggi pada bulan November 1957.

Usai lulus, Gagarin melangsungkan beberapa misi. Meski menikmati profesinya sebagai pilot pesawat tempur, ia sebenarnya ingin melangsungkan misi ke luar angkasa.

Karena Gagarin telah mengikuti kemajuan Uni Soviet dalam bidang penerbangan luar angkasa, dirinya yakin bahwa mereka akan segera mengirimkan seseorang ke luar angkasa. Ia ingin menjadi orang tersebut dan ia mengajukan dirinya untuk menjadi kosmonot - sebutan astronot asal Rusia.

Yuri Gagarin hanya satu dari 3.000 pelamar yang menjadi kosmonot Soviet pertama. Dari pelamar dalam jumlah besar ini, hanya 20 yang dipilih pada tahun 1960 untuk menjadi kosmonot pertama Uni Soviet dan Gagarin adalah salah satu dari 20 orang tersebut.

Selama pengujian fisik dan psikologis ekstensif yang dibutuhkan oleh trainer astronot yang dipilih, Gagarin unggul dalam ujian. Ia juga mempertahankan sikap tenang serta juga selera humornya. Kemudian, Gagarin terpilih menjadi orang pertama yang masuk ke luar angkasa karena keterampilannya.

Trainer astronot Gherman Titov, dipilih menjadi cadangan jika Gagarin tidak dapat melakukan penerbangan luar angkasa yang pertama.

Tanggal 12 April 1961, Yuri Gagarin terbang bersama pesawat Vostok 1 di Kosmodrom Baikonur. Meskipun dia sepenuhnya dilatih untuk misi tersebut, tidak ada yang mengetahui dan memastikan apakah dirinya akan sukses atau gagal.

Beberapa menit sebelum peluncuran, Gagarin memberikan pidatonya.

“Anda harus menyadari bahwa sulit untuk mengungkapkan perasaan saya sekarang bahwa ujian yang telah lama kita lalui dengan penuh semangat sudah dekat. Saya tidak perlu menceritakan apa yang saya rasakan ketika saya menyarankan agar saya melakukan penerbangan ini, yang pertama dalam sejarah. Apakah itu sukacita? Tidak, itu adalah sesuatu yang lebih dari itu. Kebanggaan? Tidak, itu bukan hanya kebanggaan. Aku merasakan kebahagiaan besar,” kata Gagarin.

“Untuk menjadi orang pertama yang memasuki luar angkasa, untuk terlibat dalam duel yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan alam - mungkinkah seseorang memimpikan sesuatu yang lebih besar dari itu? Tapi segera setelah itu, saya memikirkan tanggung jawab yang luar biasa yang saya alami, menjadi orang pertama yang melakukan apa yang telah diimpikan oleh banyak orang, untuk menjadi orang pertama yang membuka jalan ke luar angkasa bagi umat manusia,” paparnya.

Vostok 1 berserta Yuri Gagarin diluncurkan pada pukul 9.07 am Waktu Moskow. Tepat setelah lepas landas, Gagarin dengan tegas memanggil, "Poyekhali!" ("Ayo kita pergi!").

Gagarin meroket ke luar angkasa, menggunakan sistem otomatis. Gagarin tidak mengendalikan pesawat ruang angkasa selama misinya. Namun, jika terjadi keadaan darurat, Gagarin dapat membuka sebuah amplop yang tertinggal di papan untuk melihat kode.

Dia tidak diberi kontrol ke pesawat antariksa karena banyak ilmuwan khawatir tentang efek psikologis berada di luar angkasa. Mereka khawatir dia akan emosi.

Setelah memasuki ruang angkasa, Gagarin menyelesaikan satu orbit mengelilingi Bumi. Kecepatan tertinggi Vostok 1 mencapai 28.260 kpj (sekitar 17.600 mph). Di akhir orbit, Vostok 1 masuk kembali atmosfer bumi.

Ketika Vostok 1 masih sekira tujuh kilometer dari tanah, Gagarin keluar dari pesawat ruang angkasa yang membawanya dan menggunakan parasut untuk mendarat dengan selamat. Lama durasi misi Vostok 1 dari peluncuran (pukul 9.07 pagi) ke pendaratan di tanah (10.55) adalah 108 menit. Gagarin mendarat dengan selamat menggunakan parasutnya sekira sepuluh menit setelah Vostok 1.

Tepat sebelum Gagarin mendarat di Desa Uzmoriye, dekat Sungai Volga, seorang petani setempat beserta putrinya melihat Gagarin melayang dengan parasutnya. Begitu mendarat di tanah, Gagarin mengenakan busana angkasawan berwarna oranye dan mengenakan helm putih besar, dan membuat takut kedua orang itu. Butuh beberapa saat bagi Gagarin untuk meyakinkan mereka bahwa dia juga orang Rusia.

Begitu kaki Gagarin menginjak kembali bumi, ia menjadi pahlawan internasional. Prestasinya dikenal di seluruh dunia. Dia telah menyelesaikan apa yang belum pernah dilakukan manusia lain sebelumnya. Keberhasilan penerbangan Yuri Gagarin ke luar angkasa membuka jalan bagi semua eksplorasi antariksa di masa setelahnya.

Setelah penerbangan pertamanya yang sukses ke luar angkasa, Gagarin tak pernah lagi dikirim ke luar angkasa. Sebagai gantinya, dia membantu melatih astronot generasi selanjutnya. Pada 27 Maret 1968, Gagarin menguji coba sebuah jet tempur MiG-15. Nahas pesawat tersebut jatuh ke tanah, dan membunuh Gagarin seketika.

Selama beberapa dekade, orang-orang berspekulasi terkait bagaimana bisa Gagarin sebagai orang yang berpengalaman terbang ke luar angkasa dengan selamat, namun meninggal dalam penerbangan biasa. Beberapa orang mengira ia sedang mabuk, sementara lainnya percaya bahwa pemimpin Soviet pada saat itu, Leonid Brezhnev menginginkan Gagarin mati karena dia cemburu dengan popularitas astronot.

Namun pada Juni 2013, astronot Alexey Leonov mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh sebuah jet tempur Sukhoi yang terbang terlalu rendah. Terbang dengan kecepatan supersonik, jet tersebut kemungkinan menjungkirbalikkan MiG dan membawa MiG Gagarin ke dalam spiral yang dalam.

Yuri Gagarin tercatat meninggal dalam usia yang muda, yakni 34 tahun yang turut merampas dunia pahlawan pada saat itu. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini