Allahu Akbar, Kondisi Bumi dan Gunung pada Hari Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 23 56 1761096 allahu-akbar-kondisi-bumi-dan-gunung-pada-hari-kiamat-dijelaskan-alquran-dan-sains-1guwxzuUiv.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Beberapa skema kiamat terkait dengan fenomena alam yang terjadi. Ilmuwan terus mengamati asteroid yang melintas dekat Bumi, munculnya planet Nibiru, hingga meningkatnya panas matahari.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Kiamat dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai kondisi Bumi dan gunung pada hari kiamat.

Salah satu ayat Alquran mengungkap mengenai Bumi yang berguncang. “Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi diguncangkan berturut-turut,” Surah Al-Fajr Ayat 21.

Dari ayat tersebut bisa dijelaskan bahwa ketika kiamat tiba, Bumi akan diguncangkan dengan sangat dahsyat dan bertubi-tubi. Gunung-gunung diangkat dengan satu angkatan, lalu diempaskan, hingga Bumi terbelah.

Baca juga: Skema Kiamat, Matahari Kelak Hancurkan Bumi

Isi gunung dimuntahkan hingga seakan perut Bumi menjadi kosong karenanya. Selain gempa tektonik yang membelah Bumi karena patahan-patahan lempeng, letusan gunung yang hebat memuntahkan lahar dan mengisi semua cekungan Bumi.

Laut dan sungai terisi material yang dikeluarkan letusan gunung. Akhirnya Bumi menjadi rata, tidak ada lagi gunung-gunung dan tempat-tempat yang tinggi, semuanya sama.

Buku Tafsir Ilmi lebih lanjut menjelaskan, manusia tidak sempat melihat semuanya. Sebab, mereka sudah punah akibat kehancuran Bumi yang sangat hebat.

“Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan,” Surah Al-Waqi’ah Ayat 5-6.

Kata yang terdiri dari ba’, sin, dan sin bisa berarti taftit, penghancuran. Orang Arab berkata, “Basastu al-hintah aw as-sawiq bil-ma’”, yang berarti, “aku menghancurkan gandum atau tepung dengan air”. Kata ini bisa juga diartikan “berjalan secara liar”, seperti ular yang berjalan liar kesana kemari.

Dalam bahasa sains, bisa juga digambarkan situasi Bumi dan gunung-gunung pada hari kiamat dideskripsikan sebagai berikut. Pergerakan lempeng Bumi di luar kebiasaan menyebabkan gempa besar yang melanda seluruh dunia.

Baca juga: Subhanallah, Alquran dan Sains Jelaskan Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat

Pergerakan ini memicu aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi. Akibatnya, letusan gunung terjadi secara massal. Lava, debu, dan batuan panas disemburkan.

Materialnya berhamburan memenuhi angkasa yang diumpamakan seperti bulu-bulu yang beterbangan tak tentu arah. Material panas terlontar dalam keadaan membara, memerahkan langit.

Panasnya udara memunculkan fenomena fatamorgana, seolah di depan tampak air yang sebenarnya hanyalah efek pembiasan oleh udara panas. Inilah skenario suatu rangkaian peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini