Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengejutkan! Sakit Hati Alasan Penyebar Ransomware Ambil Data Perusahaan

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 17:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 24 207 1762376 mengejutkan-sakit-hati-alasan-penyebar-ransomware-ambil-data-perusahaan-eYvN15kSpK.jpg Foto : Reuters

JAKARTA - Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan serangan Ransomware, yakni virus berbahaya yang menyerang perangkat maupun server pada sektor publik maupun perusahaan telekomunikasi.

Melihat hal itu, Megawaty Khie selaku Vice President, SAP SuccessFactords South East Asia, mengatakan pihaknya sudah lebih dahulu memberikan keamanan tingkat tinggi bagi seluruh data yang berada di layanan Cloud perusahaannya. Tak luput, dirinya juga memberikan antisipasi awal mencegah Ransomware menyerang perangkat Anda.

“Pertama adalah garis besar ya, software itu pentingnya harus diupgrade, dengan itu harus dilakukan, jadi orang IT juga harus remake ada update baru. Kedua, memang harus dijaga dari sisi firewall perusahaan dan itu bukan hanya technical, tapi dari sisi policy perusahaan harus dijaga. Dan ketiga, awareness itu dari sisi perusahaan juga harus ditegakan, banyak dari mereka menaruh data sembarangan, menyepelekan. Ini adalah kerja sama yang harus dilakukan dari berbagai pihak, bukan hanya software venture saja tetapi juga harus dilakukan oleh si customer, mungkin juga dari pemerintahan,” ungkap Megawaty kepada Okezone saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2017).

Akan tetapi, menurut Megawaty serangan Ransomware ternyata bukan dilakukan oleh hacker asing, melainkan dari karyawan yang berada di internal perusahaan.

“Sebenarnya kalau kita lihat, lebih banyak serangan adalah dari internal perusahaan. Dan itu tidak diumumkan, kita juga lihat banyak serangan dari karyawan yang dipecat atau sakit hati. Secara umum, public Cloud itu jauh lebih aman, karena gemboknya banyak,” paparnya.

Sebelumnya diwartakan, Ransomware merupakan sejenis serangan siber yang melibatkan hacker yang mengendalikan sistem komputer dan memblokir akses sampai uang tebusan yang diinginkan dibayarkan.

Untuk mendapatkan akses ke sistem yang mereka butuhkan, penjahat siber men-download jenis software berbahaya ke perangkat dalam jaringan. Hal ini sering dilakukan dengan meminta korban mengklik link atau men-download-nya secara tak sengaja. Setelah software berada di komputer korban, hacker bisa meluncurkan serangan yang mengunci semua file yang bisa ditemukannya dalam jaringan. Ini cenderung menjadi proses bertahap dengan file yang dienkripsi satu per satu.

Penjahat siber sering menuntut pembayaran sebagai imbalan untuk membuka arsip. Hal tersebut biasanya dalam bentuk bitcoin.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini