OKEZONE STORY: Belajar Manajemen dari Kriket, Satya Nadella Sukses Jadi CEO Microsoft

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 24 207 1762527 okezone-story-belajar-manajemen-dari-kriket-satya-nadella-sukses-jadi-ceo-microsoft-0htCx9RlXk.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – Satya Nadella kini menjadi orang nomor satu di Microsoft. Pemilihannya dinilai merupakan langkah yang tepat, di mana kondisi Microsoft yang pada saat itu yakni 2014 menghadapi persaingan ketat bersama Apple dan Samsung.

Nadella lahir pada Agustus 1967 di Hyderabad, India. Ayahnya, Bukapuram Nadela adalah seorang perwira di bidang Administrasi India.

Nadella belajar di sekolah umum Hyderabad di Begumpet, Hyderabad. Sejak kecil, Nadella selalu ingin menciptakan sesuatu. Bernama lengkap Satya Narayana Nadella, ia menempuh pendidikan tinggi di institut teknologi Manipal di India.

Kemudian saat ia tumbuh dewasa, ia mengerti masa depannya hanya dalam ilmu komputer. Tapi cabang ilmu itu tidak banyak tersedia di Universitas Manipal, jadi dia memilih keilmuan yang sama untuk belajar lebih banyak tentang bidang favoritnya.

Seperti kebanyakan insinyur muda India, Nadella berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan jenjang masternya dari University of Wisconsin pada 1990. Nadella juga meraih gelar MBA dari University of Chicago.

Usai menempuh studi, Nadella bekerja di tim teknologi di Sun Microsystems. Setelah ia bekerja dalam waktu yang cukup singkat di Sun Microsystems, Nadella bergabung dengan Microsoft pada 1992.

Di tahun yang sama, Nadella menikahi Anupama pada tahun 1992. Anupama adalah putri teman ayahnya. Mereka memiliki tiga anak, yakni satu putra dan dua anak perempuan.

Nadella tinggal bersama keluarganya di Washington. CEO Microsoft itu, mencintai puisi dan banyak membaca puisi Amerika serta India.

Saat bekerja di Microsoft, Nadella memimpin banyak proyek yang terkait dengan komputasi awan atau cloud. Beberapa waktu kemudian, ia menjadi Vice President R & D (Research and Development) untuk divisi layanan online mereka dan akhirnya, Vice President divisi bisnis Microsoft.

“Tetaplah bersemangat dan berani untuk belajar, Anda berhenti melakukan hal berguna jika Anda tak belajar,” kata Satya Narayana Nadella

Nadella bertanggungjawab atas perubahan teknologi dari layanan klien ke infrastruktur dan layanan cloud. Tak lama setelah dirinya menjadi Executive Vice President dari grup cloud dan enterprise, dia secara instrumental memimpin peningkatan pendapatan layanan cloud dari USD16,6 miliar menjadi USD20,3 miliar.

Berkat pencapaiannya, Nadella dianggap wajar dan pantas terpilih menjadi CEO Microsoft. Ia terpilih pada 4 Februari 2014 dan menjadi CEO Microsoft yang ketiga.

Satya Nadella tumbuh menjadi pecinta kriket yang gigih seperti jutaan orang India lainnya. Saat dewasa Nadella menyebutkan bahwa ia bermain kriket untuk tim sekolahnya dan mengatakan bahwa semua keterampilan manajemen kepemimpinan kepemimpinan serta tim yang ia miliki sekarang adalah hasil dari tim kriket di sekolah.

Nadella juga menyarankan pengusaha muda untuk terus belajar, dan berpendapat bahwa orang berhenti berkembang ketika mereka berhenti belajar. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini