Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menggiurkan! Nih Pendapatan Bisnis Konten Hoax di Media Sosial

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017 23:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 25 207 1763389 menggiurkan-nih-pendapatan-bisnis-konten-hoax-di-media-sosial-c9iZC6ksmV.jpg (Foto: B2C)

JAKARTA – Konten hoax atau berita palsu dan ujaran kebencian yang terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di media sosial telah lama menjadi perhatian dunia. Namun rupanya konten tersebut secara sengaja dirancang oleh berbagai pihak demi keuntungan khusus.

Praktik untuk membuat konten tersebut bahkan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

Seperti banyak dikabarkan, belum lama ini ditemukan praktik bisnis konten ujaran kebencian yang dilakukan oleh sindikat Saracen di Indonesia. Sejatinya, sindikat serupa juga telah lama ditemukan di luar negeri.

Seperti yang dilakukan oleh Dimitri (nama samaran) – remaja Eropa timur yang menyebarkan berita hoax di media sosial. Kepada NBC, ia menunjukkan sebuah gambar perayaan hari ulang tahunnya di Instagram.

Perayaan mewah itu terjadi berkat bisnisnya di media sosial dengan konten yang terbilang tak layak ditiru. Saat menunjukkan potret hari ulang tahunnya ke 18, ia mengaku tak akan mungkin terjadi tanpa hoax yang beredar menjelang pemilihan presiden di AS.

Dimitri yang enggan disebutkan nama sebenarnya itu merupakan salah satu dari puluhan remaja di kota Macedonia Veles yang menjadi kaya selama pemilihan presiden dengan menghasilkan berita palsu untuk jutaan orang di media sosial.

Dimitri mengaku bahwa dirinya mepmperoleh setidaknya USD 60.000 atau setara dengan Rp 800 juta dalam enam bulan. Nilai tersebut bahkan jauh melebihi pendapatan orangtuanya.

Pengangguran dengan jumlah yang tinggi serta kedekatan penduduk yang erat membuat bisnis yang dilakoni Dimitri dengan mudah menyebar. Tak hanya itu, remaja di wilayahnya juga fasih berbahasa Inggris sehingga dengan mudah menavigasi situs berita Barat.

Dimitri memperkirakan ada 300 penduduk setempat yang berkecimpung dalam hoax dengan setidaknya 50 menghasilkan pendapatan. Ia mengatakan tak berapa di posisi teratas untuk pendapatan dari bisnisnya, namun mengakui posisinya tak jauh dari puncak.

Cerita lain terkait bisnis konten hoax juga terungkap. Seorang bernama Paul Horner mengaku telah menghasilkan uang dari hoax selama bertahun-tahun. Setiap bulannya ia mendulang pendapatan USD 10.000 atau sekira Rp 133 juta. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini