Berantas Konten Negatif di Medsos, Menkominfo: Perlu Pendekatan dari Hulu ke Hilir

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017 16:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 28 207 1764652 berantas-konten-negatif-di-medsos-menkominfo-perlu-pendekatan-dari-hulu-ke-hilir-lnhf9HI2vZ.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Tachta Citra Elfira/Okezone)

JAKARTA - Media sosial (medsos) menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan. Manfaat dari medsos sendiri mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan manusia.

Sayangnya, ruang medsos yang begitu anonim membuat sebagian kalangan memanfaatkannya untuk hal yang negatif. Sebagaimana diketahui, Indonesia turut merasakan dampak yang negatif dari medsos.

Medsos bahkan menjadi ladang bisnis yang mampu menghasilkan banyak untung. Seperti yang belum lama ini dikabarkan, kepolisian berhasil menggerebek sindikat Saracen di Riau.

"Indonesia juga didera hal negatif, penghasutan, adu domba. Bahkan sudah jadi bisnis, salah satunya ditemukannya Saracen, yang memang kontennya bisa dipesan, baik positif juga negatif," terang Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam video sambutannya untuk seminar di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Dijelaskan Menteri yang kerap disapa Chief RA itu, Kominfo mengatasi konten negatif dengan pendekatan dari hulu ke hilir. 

"Hulunya literasi informasi sesuai UU ITE no. 19 tahun 2016. Sedangkan di hilir ada pendekatan hard approach seperti pemblokiran situs dan sebagainya. Bukan hanya pemerintah, semua harus berperan dalam dua hal ini," jelasnya. 

Kominfo juga membuat sistem Trust+ yang berisi 800.000 black list, serta membuat daftar internet positif yang telah mencapai 250.000. Chief RA mengharapkan jumlah tersebut akan didominasi oleh situs positif dalam beberapa tahun ke depan. 

"Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan daftar internet positif melebihi black list," ujarnya.

Disisi lain, Kominfo meminta berbagai paltform media sosial untuk meningkatkan service levelnya. Langkah tersebut ditpuh Kominfo agar perusahaan tersebut melakukan filterasi konten yang bertebaran di jejaring sosialnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini