Situs Saracen Belum Diblokir, Menkominfo: Masih dalam Penyidikan Polisi

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017, 21:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 28 207 1764922 situs-saracen-belum-diblokir-menkominfo-masih-dalam-penyidikan-polisi-N6hd9XyWdx.jpg (Foto: Saracen)

JAKARTA – Saracen menjadi sindikat konten negatif yang kini banyak diperbincangkan. Kelompok tersebut bahkan dibentuk sejak November 2015 dengan menyebarkan berbagai konten negatif di media sosial.

Sindikat Saracen di Tanah Air juga memiliki situs tersendiri bertajuk Saracen News. Situs ini dibentuk oleh ketua sindikat Saracen yang digrebek oleh kepolisian yakni Jasriadi Yadi.

Meski diduga turut menjadi media yang menyebarkan konten sindikat tersebut, situs Saracen News hingga berita ini diterbitkan masih dapat diakses. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengungkapkan bahwa situs yang terkait dengan sindikat Saracen tersebut memang belum diblokir.

“Membatasi akses dan memblokir situs ini kami selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian,” katanya di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Dijelaskan menteri yang akrab disapa Chief RA itu, proses blokir terkadang tak langsung dilakukan karena untuk kepentingan penyelidikan.

“Ada kalanya langsung diblok, ada kalanya untuk kepentingan penyidikan, itu kan biasa ditelusuri ke mana, sebentar jangan dulu diblok tapi tidak terlalu lama,” terangnya.

Penundaan blokir inilah yang diakui oleh Chief RA sebagai kemungkinan langkah yang tengah ditempuh oleh Kominfo dan Kepolisian terkait untuk saat ini. Meski begitu, proses penundaan tersebut menurutnya tidak akan terjadi dalam waktu yang lama.

“Ini barangkali yang terjadi saat ini dalam konteks koordinasi teman-teman di kepolisian dan Kominfo. Jadi tunggu dulu, ini akan ada penyidikan atau apa. Biasanya nggak lama Polri itu jago-jago,” terangnya.

Pasca sindikat Saracen di Riau ditangkap, situs Saracen News tak lagi menerbitkan berita baru. Dalam pantauan Okezone, Senin (28/8/2017) situs ini terakhir kali mempublish berita pada 23 Agustus.

Sebagaimana diketahui, sindikat Saracen digrebek karena menyebarkan hate speech yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) maupun hoax. Tindakan ini bahkan dijadikan mereka sebagai ladang bisnis.

Dalam melakukan aksinya, ketiga pelaku yang digrebek sebagai anggota sindikat Saracen di Indonesia membuat grup-grup di Facebook atau media sosial lain. Saracen diketahui beranggotakan JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau; SRN (32) diamankan di Cianjur, Jawa Barat; dan MFT diciduk di Koja, Jakarta Utara. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini