Hadang Konten Negatif Seperti Saracen, Pengamat: Facebook Cs Beri Reward Netizen yang Bisa Memverifikasi Akunnnya

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 29 207 1765671 hadang-konten-negatif-seperti-saracen-pengamat-facebook-cs-beri-reward-netizen-yang-bisa-memverifikasi-akunnnya-IGdFrXFVII.jpg (Foto: BGR)

JAKARTA - Pihak Kepolisian baru-baru ini telah mengungkap sindikat penyebar konten berbau SARA di dunia maya. Kelompok yang dinamakan Saracen belakangan ini menjadi buah bibir atas tindakan penyebaran konten negatif tersebut.

Pengamat ICT, Heru Sutadi, meminta agar Kepolisian secara tuntas dapat mengusut pelaku lainnya. Menurutnya, penyebaran konten negatif pastinya tak hanya dilakukan oleh kelompok Saracen melainkan oleh kelompok atau individu lainnya.

Motifnya bisa saja beragam, mulai dari ideologi, kepercayaan, dan lain-lain. Namun dari beberapa motif tersebut, Heru menilai bahwa penyebaran konten negatif yang didasari oleh kebutuhan finansial akan lebih berbahaya dibandingkan atas dasar lainnya.

Oleh karena itu, ia pun meminta agar pelaku bisa diproses secara hukum, serta tak hanya menyelidiki orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah, namun juga dengan orang-orang yang sejalan.

"Paling bahaya karena faktor finansial. Ke kiri ganas, ke kanan ganas, tergantung siapa yang bayar. Ini perlu diproses secara hukum, perlu diselidiki juga orang-orang yang sejalan dengan pemerintah atau tidak sejalan," katanya kepada Okezone, Selasa (29/8/2017).

Heru juga meminta agar pemilik layanan media sosial untuk ikut berperan dalam menangani konten negatif. Ia mengatakan agar OTT asing seperti Twitter dan lainnya, memberikan penghargaan kepada pemilik akun dengan tanda terverifikasi jika mengunggah konten positif.

Itu dilakukan agar masyarakat merasa terpacu dan bisa memberikan petunjuk bagi pengguna lainnya akun mana saja yang benar-benar memiliki reputasi baik.

"Pemain OTT harusnya yang berpikir. Kadang kala diberikan kewajiban masyarakat merasa malas, tapi kalau diberi award (penghargaan) yang bisa memverifikasi akunnnya nanti bisa mendapatkan centang verified, jadi Anda percaya saja ke akun yang ter--verified," jelas Heru.

Pemberian akun terverifikasi sendiri diharapkan bisa mengurangi jumlah akun anonim yang digunakan untuk menyebarkan konten negatif.

Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal ini, telah meminta kepada pemain OTT untuk meningkatkan pelayanannya di Indonesia. Dijelaskan Menkominfo Rudiantara beberapa waktu lalu, Facebook, Twitter dan Google telah sepakat untuk mempercepat proses penurunan konten negatif.

Sejauh ini, baru Facebook dan Twitter saja yang memberikan akun centang biru kepada penggunanya. Hanya saja untuk mendapatkan tanda tersebut seorang pengguna harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu.‚Äč

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini