Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Perubahan Iklim Sebabkan Badai Harvey? Nih Penjelasannya!

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 29 56 1765566 benarkah-perubahan-iklim-sebabkan-badai-harvey-nih-penjelasannya-rsYBHO3xhs.jpg Foto: AFP

TEXAS – Saat hujan berhenti, Harvey akan membuang sekira satu juta galon air untuk seluruh bagian di Texas bagian tenggara. Peristiwa ini menjadi pemecah rekor pemanasan global yang basah dan bisa terjadi kapan saja.

Para ilmuwan dengan cepat mengatakan bahwa perubahan iklim tidak menyebabkan terjadinya Harvey dan mereka belum menentukan apakah badai itu diperparah oleh pemanasan global atau bukan. Mereka mencatat bahwa udara dan air yang lebih hangat ketika terjadi badai Harvey.

“Ini adalah jenis hal yang akan kita dapatkan lebih banyak. Badai ini seharusnya menjadi peringatan,” ujar ilmuwan iklim Universitas Princenton, Michael Oppenheimer.

Ada metode yang dapat diterima secara ilmiah untuk menentukan apakah beberapa kejadian cuaca ekstrem memiliki jejak perubahan iklim. Hal ini melibatkan perhitungan yang rumit. Mereka bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menyelesaikan penelitian ini.

Secara umum, para ilmuwan iklim sepakat bahwa badai di masa yang akan datang dan membuang lebih banyak hujan daripada badai. Itu disebabkan oleh udara hangat yang menahan lebih banyak air.

Beberapa ilmuwan mengatakan, setiap derajat Fahrenheit, atmosfernya bisa menahan dan kemudian membuang tambahan 4% air. Pemanasan global juga berarti menjadikan air laut lebih hangat, dan inilah yang dapat memicu badai.

Ketika Harvey menjajah Texas, air di Teluk Meksiko hampir 2 derajat celcius, lebih hangat dari biasanya. Badai membutuhkan setidaknya 79 derajat sebagai bahan bakar, dan air akan menjadi lebih hangat dan mengalir lebih dari 300 kaki di Teluk, menurut penelitian badai Universitas Miami Brian McNoldy.

Perhitungan yang dilakukan oleh Profesor meteorologi MIT, Kerry Emanuel, menunjukkan badai Harvey merupakan peristiwa sekali dalam 1.800 tahun dalam kota tersebut, namun dengan udara yang lebih banyak air dan perubahan arah badai sejak 2010 dan kini merupakan peristiwa sekali setiap 300 tahun.

Ada banyak perdebatan di antara para ilmuwan iklim tentang pemanasan global yang mungkin menyebabkan badai Harvey di Texas, yang juga merupakan faktor besar dalam bencana banjir.

Jika topan bergerak seperti badai normal, tidak akan ada lagi hujan yang turun di satu tempat. Demikian dilansir dari Associated Press, Selasa (29/8/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini