Soal Slot Orbit 'Warisan' Telkom 1, Menkominfo: Jangan Sampai Direbut Orang Lain

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 30 207 1766500 soal-slot-orbit-warisan-telkom-1-menkominfo-jangan-sampai-direbut-orang-lain-vSWF2kCfmF.jpg (Foto: Moch. Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mewanti-wanti kepada Telkom agar slot orbit yang akan ditinggalkan oleh satelit Telkom 1 bisa diamankan.

Hal itu diungkapnya saat melakukan konferensi pers mengenai info terbaru perpindahan layanan satelit Telkom 1 di Gedung Kementerian Kominfo, Rabu (30/8/2017) bersama petinggi Telkom.

"Jadwal semula memang tahun depan untuk meluncurkan satelit yang baru. Satelit sekarang tidak berfungsi. Nah kekosongan ini jangan sampai dimanfaatkan orang lain," kata Rudiantara kepada awak media.

Sebagaimana diketahui saat ini satelit Telkom 1 akan dimatikan oleh Telkom karena tak memungkinkan untuk digunakan kembali. Keputusan itu diambil setelah dilakukan investigasi bersama Lockheed Martin, selaku pembuat satelit.

Meski demikian, Kominfo sendiri berniat untuk membantu Telkom dalam hal pengamanan slot orbit peninggalan Telkom 1. Diungkap Rudiantara, Kominfo akan membantu dalam hal administrasi ke pihak International Telecomunication Union (ITU) selaku lembaga yang mengurusi slot orbit satelit di bawah naungan PBB.

Kominfo akan mengajukan surat pemberitahuan bahwa terjadi kekosongan di slot orbit yang dimiliki Telkom, sekaligus memberikan informasi soal peluncuran satelit pengganti Telkom 1, yakni Telkom 4.

Sementara Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, mengakui kerusakan pada Telkom 1 akan mengakibatkan kekosongan di salah satu slot orbit Telkom atau diistilahkan di-suspend.

"Rencananya akan diluncurkan dari Amerika pada Agustus 2018. Sehingga selama setahun slot (orbit Telkom 1) itu kosong. Terminologinya itu di-suspend," ungkap Alex.

Diakui oleh Menkominfo Rudiantara, bisnis satelit memang memiliki risiko yang terbilang besar. Risiko itu tak hanya terjadi setelah satelit diorbitkan, melainkan juga sebelum satelit itu diluncurkan.

"Bisnis satelit itu beresiko. Bahkan sebelum lahir pun sudah berisiko. Yang jelas pelanggan harus sabar, ini akan segera di perbaiki. Karena memang sudah komitmen Telkom untuk perbaiki ini secepatnya," terangnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini