Waduh! Satelit Telkom 1 Ditemukan Hancur di Orbit Geostasioner, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 31 207 1766846 waduh-satelit-telkom-1-ditemukan-hancur-di-orbit-geostasioner-benarkah-f7Ps4p0mE1.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA – Nasib satelit Telkom 1 yang mengakibatkan banyak ATM di Indonesia tak beroperasi nampaknya mendapat titik terang. Bukti yang ditemukan oleh ExoAnalytic Solutions - perusahaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa satelit yang diduga Telkom-1 yang berada di orbit geostasioner kemungkinan hancur.

Perusahaan AS itu menggunakan algoritma untuk meninjau data yang dikumpulkan oleh jaringan globalnya dari 165 teleskop optik untuk mendeteksi gangguan, dan salah satu instrumennya di Australia Timur melihat satelit Telkom 1 nampaknya hancur.

“Apa yang Anda lihat tampaknya ada banyak bahan reflektif yang berasal dari pesawat ruang angkasa,” kata Chief Executive ExoAnalytic, Doug Hendrix, seperti dikutip Ars Technica, Kamis (31/8/2017).

“Itu bisa jadi panel surya, bahan bakar, atau puing lainnya. Kami tidak begitu tahu," ujarnya.

Ini merupakan kali kedua dalam kurun waktu dua bulan yang terjadi di orbit geostasioner yakni sebuah lokasi sekira 36.000 km di atas planet, dimana satelit dapat dengan mudah mempertahankan posisi mereka di atas Bumi.

Pada 17 Juni, operator satelit Luksemburg berbasis SES juga kehilangan sebagian kontrol terhadap satelit di ruang geostasioner. ExoAnalytic juga telah mengamati fragmen dari satelit AMC-9.

Perusahaan AS itu melacak sekira 2.000 objek di orbit geostasioner. Beberapa objek itu bahkan terlihat hanya seukuran 20 cm. Dari jumlah tersebut, seperempatnya merupakan satelit, sementara sisanya adalah puing-puing.

“Di GEO ada banyak potongan puing yang tak terlacak. Saya tidak tahu apakah ada yang tahu jumlah (puing) sebenarnya di atas sana,” jelas  Hendrix tentang potongan-potongan yang nampak putus dari satelit Telkom 1.

Satelit milik pemerintah ini diluncurkan pada 12 Agustus 1999 dan telah berusia 18 tahun. Sebagai gantinya, Telkom mengalihkan layanan yang terhubung dengan satlit Telkom 1 ke satelit lainnya.

Telkom juga menyiapkan satelit pengganti Telkom 1 yang mengalami gangguan. Rencananya satelit baru yang dinamakan Telkom 4 tersebut akan mengorbit pada 2018.

Jika Telkom 4 sukses diluncurkan pada 2018 mendatang, Telkom akan kembali melakukan pemindahan layanan dan repointing ground segmen ke Telkom 4 dari satelit pembantu yang saat ini digunakan pasca-kerusakan satelit Telkom 1. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini