Astaga! 3 Juta Penonton Saksikan Pertandingan Mayweather vs McGregor Secara Ilegal, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 31 207 1767210 astaga-3-juta-penonton-saksikan-pertandingan-mayweather-vs-mcgregor-secara-ilegal-kok-bisa-gw0R3PrB8M.jpg (Foto: Mashable)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pertandingan tinju kelas dunia sempat menarik perhatian warga dunia. Laga antara Floyd Mayweather melawan McGregor dimenangkan oleh Mayweather dan berhasil menggondol uang sebesar USD700 juta.

Meski ditonton oleh banyak warga dunia, namun ternyata ada juga penonton yang menyaksikannya dari saluran tak resmi. Sebagaimana dikutip dari Mashable, Kamis (31/8/2017), perusahaan perangkat lunak Irdeto menemukan adanya penonton 'gelap' tersebut.

Jumlah penonton dari saluran tak resmi ternyata cukup mencengangkan yakni sebanyak 3 juta orang. Irdeto mengungkap bahwa mereka menonton pertandingan tersebut dari 165 saluran di platform media sosial.

Layanan media sosial yang diketahui menjadi fasilitas penyiaran ialah Facebook, Youtube, Periscope, dan Twitch, yang semuanya memungkinkan untuk menyairkan video secara langsung (Live). Tak hanya media sosial, perusahaan itu juga mengungkap 67 situs streaming.

Alih-alih membayar tagihan untuk menonton pertandingan, mereka dengan leluasanya mengakses tayangan tersebut dari smart TV, laptop, atau smartphone secara gratis (kecuali data internet).

Di Instagram misalnya, sebuah akun terungkap menyiarkannya melalui fitur Live. Bahkan tayangan itu disaksikan sebanyak 129 ribu orang. Satu-satunya media sosial yang diketahui melarang tayangan tak resmi itu ialah Twitter. Seseorang terlihat tak menemukan saluran apapun saat mencari dengan kata kunci Mayweather.

Sementara pemegang hak siar, Showtime, mengatakan bahwa pemilik layanan media sosial seperti Facebook telah bertindak dengan memblokir dan menghapus tayangan yang disiarkan.

Showtime sendiri mendapatkan gugatan kelompok (class action) dari pelanggan dengan tuduhan "layanan belum teruji, kurang bertenaga, dan tak merepresentasikan kualitas". Gugatan itu diungkap oleh pengacara Michael Fuller.

Showtime mengatakan akan memberikan pengembalian dana penuh kepada pelanggan yang tak dapat menerima siaran selama pelanggan membeli tayangan tersebut dari saluran berbayar saat waktu penayangan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini