Yuk Intip! Peneliti NASA Ungkap Foto Menakjubkan yang Dihasilkan Gerhana Matahari

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Jum'at 01 September 2017 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 31 56 1766920 yuk-intip-peneliti-nasa-ungkap-foto-menakjubkan-yang-dihasilkan-gerhana-matahari-4IhOroQfC6.jpg (Foto: NASA)

AUSTIN - Fenomena gerhana Matahari total yang melintas di Amerika Serikat pada 21 Agustus membuat orang berlomba-lomba untuk mengabadikan fenomena alam yang luar biasa tersebut. Mulai dari menggunakan smartphone sampai foto yang luar biasa diabadikan NASA (The National Aeronautics and Space Administration).

Sekarang, para ilmuwan yang terbang menggunakan pesawat riset NASA mengungkapkan pengamatan menakjubkan yang mereka dapatkan ketika gerhana tersebut terjadi.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, teleskop WB-57F yang dilengkapi dengan kamera cahaya dan inframerah berkecepatan tinggi berhasil menangkap gambar spektakuler dari jarak 50 ribu kaki di atas Bumi. Gambar tersebut membuat data yang belum pernah ada sebelumnya dan dapat membantu menjelaskan sifat korona misterius Matahari.

"Data yang terlihat dan inframerah terlihat spektakuler. Kami sudah melihat beberapa fitur mengejutkan, dan kami sangat senang mengetahui analisis terperinci yang akan diungkap," ungkap Amir Caspi, peneliti dari Southwest Research Institute.

Penerbangan gerhana adalah 1 dari ratusan penerbangan yang didukung oleh Southern Research sejak 2003, dan para ahli menjelaskan bahwa fenomena gerhana ini adalah fenomena yang paling menarik.

Untuk menangkap gambar tersebut, tim dari Southern Research membangun Airborne Imaging and Recording Systems (AIRS) di atas 2 pesawat NASA. Selain itu, ada teleskop DyNAMITE yang dipasangkan filter surya, perekam data dan perangkat lunak yang diperbarui.

Don Darrow, seorang Operator Alat Sensor (SEO) yang berada dalam pesawat tersebut mengatakan bahwa pemandangan gerhana yang dilihat dari kapal WB-57 sangat luar biasa. Ia juga merupakan orang pertama yang menyaksikan gerhana Matahari total. Para ilmuwan telah lama mempersiapkan fenomena tersebut untuk melihat sekilas cahaya di atmosfer luar Matahari yang dikenal sebagai korona.

Cahaya korona sendiri tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, karena cahaya samarnya dikuasai oleh emisi dari Matahari itu sendiri. Untuk melihatnya, ilmuwan harus menggunakan teleskop yang dikenal sebagai coronagraph.

"Dengan hasil dari WB-57 dan pengamatan komplementer dari luar angkasa dan eksperimen lainnya di lapangan, kita memiliki kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan paling mendasar tentang sifat korona," ungkap Dan Seaton PhD, co-investigator proyek dari University of Colorado. Selain mempelajari korona, para peneliti juga mengumpulkan data tentang Merkurius.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini