Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nih! Cara Astronot Temukan Planet Lain di Tata Surya

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 31 56 1767128 nih-cara-astronot-temukan-planet-lain-di-tata-surya-wRaaEwYSre.jpg Ilustrasi Foto.

JAKARTA – Kemajuan teknologi yang semakin pesat, memang selalu dimanfaatkan oleh semua pihak. Tak terkecuali para astronom yang menggunakan teknologi artificial Intelligence (AI) untuk mempersingkat waktu menemukan planet lain di Tata Surya ini.

Fenomena lensa gravitasi merupakan sesuatu yang berguna untuk membantu para ilmuwan menemukan planet ekstrasuya, memahami evolusi galaksi, menemukan sebuah galaksi super terang, mendeteksi lubang hitam dan membuktikan bahwa teori Einstein benar.

Namun, menganalisis gambar yang dipengaruhi oleh lensa gravitasi membutuhkan waktu yang sangat lama, mengharuskan peneliti untuk membandingkan gambar nyata dengan yang disimulasikan. Hanya satu efek lensa saja bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk dianalisis.

Namun periset dari Stanford dan SLAC partikel akselerator telah menemukan cara untuk mengurangi waktu itu hingga hanya sepersepsian detik. Tim peneliti melatih jaringan saraf dengan setengah juta gambar simulasi lensa selama satu hari.

Setelah itu, jaringan tim menguji empat jenis yang berbeda, dan mampu mengeluarkan informasi dari gambar dengan persisi yang meniru metode tradisional.

“Hal yang menakjubkan adalah bahwa jaringan saraf mempelajari sendiri fitur apa yang harus dicari. Ini sebanding dengan cara anak kecil mengenali benda-benda. Anda tidak perlu memberi tahu mereka seperti apa bentuk seekor anjing itu. Anda hanya menujukkan foto anjing saja kepada mereka,” kata Phil Marshall seorang peneliti proyek tersebut.

Peneliti lain Yashar Hezaveh menambahkan bahwa dalam kasus ini,”Sepertinya mereka tidak hanya memotret anjing dari tumpukan foto, tapi juga mengembalikan informasi tentang berat, tinggi badan dan usia anjing.”

Dengan teleskop baru ini, yang pasti para astronom akan lebih banyak contoh lensa. Metode yang lebih cepat seperti ini akan dibutuhkan untuk menyaring semua data. Dan yang terpenting, analisis jaringan syaraf tiruan bisa dilakukan hanya pada perangkat laptop atau ponsel. Demikian dilansir dari Engadget, Kamis (31/8/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini