Amazon Kena Gugat Gara-Gara Kacamata Gerhana, Kok Bisa?

Dini Listiyani, Jurnalis · Sabtu 02 September 2017 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 02 207 1767984 amazon-kena-gugat-gara-gara-kacamata-gerhana-kok-bisa-JFBQ77keMo.jpg (Foto: The Next Web)

NEW YORK - Gerhana Matahari Total memang menjadi hal yang luar biasa. Di samping keindahan fenomena tersebut, terselip beberapa pihak yang ingin meraup untung dengan menjual kacamata gerhana, namun tak memadai sehingga membahayakan penggunanya.

Gara-gara menjual kacamata tersebut, peritel Amazon menghadapi gugutan class action dari pembelinya, yang mengatakan bahwa penglihatan mereka dirugikan sebagai hasil dari penggunaan kacamata gerhana.

Tuntutan hukum tersebut, yang diajukan di pengadilan federal di South Carolina melibatkan dua orang, Corey Payne dan tunangannya, Kayla Harris. Mereka membeli tiga kacamata geharna di Amazon awal Agustus lalu, dengan keyakinan bahwa kacamata itu bisa membiarkan mereka melihat gerhana dengan selamat.

Sayangnya, hal itu tak terjadi. Gugatan tersebut menyatakan bahwa Payne dan Harris dilaporkan mengalami sakit kepala dan mata berair pada hari itu. Mereka kemudian mengalami gangguan penglihatan, termasuk blurriness dan vision yang menyimpang.

Pada 10 Agustus, Amazon mengeluarkan penarikan kembali kacamata yang tak bisa diverifikasi dengan aman. Raksasa ritel berbasis di Seattle ini mengirim e-mail kepada pelanggan untuk mengembalikan unit mereka. Namun, Payne dan Harris mengatakan mereka tak menerima e-mail tersebut.

Dilaporkan oleh The Next Web, Sabtu (2/9/2017) dengan gugatan ini, mereka bertujuan untuk mewakili orang lain yang menderita luka dan tak diberi peringatan oleh Amazon.

Ada hampir dua juta penjual independen di platform Amazon, dan pemalsuan telah lama menjadi masalah bagi layanan ini. Sebagai tanggapan, perusahaan telah meluncurkan inisiatif yang dirancang untuk membendung arus.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini