Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Gara-Gara Pelanggaran Data, Yahoo! Bisa Kena Tuntutan Hukum

Dini Listiyani, Jurnalis · Sabtu 02 September 2017 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 02 207 1767996 waduh-gara-gara-pelanggaran-data-yahoo-bisa-kena-tuntutan-hukum-RHsJRxx7kQ.jpg (Foto: Reuters)

NEW YORK - Seorang hakim Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Yahoo! harus menghadapi tuntutan hukum nasional atas lebih dari 1 miliar pengguna, yang mengatakan bahwa informasi pribadi mereka dikompromikan dalam tiga pelanggaran data besar.

Pelanggaran terjadi antara 2013 hingga 2016, namun Yahoo! dianggap lamban mengungkapkannya, menunggu lebih dari tiga tahun untuk mengungkapkannya. Pemberitahuan tetang ruang lingkup serangan siber ini sendiri mendorong Verizon menurunkan harga pembeliannya.

Dalam keputusan 93 halaman, hakim distrik AS Lucy Koh menolak pendapat Yahoo! bahwa korban pelanggaran tak memiliki hak untuk menuntut, dan mengatakan bahwa mereka bisa mengajukan beberapa pelanggaran kontrak dan klaim persaingan tak sehat.

"Semua penggugat menuduh risiko pencurian identitas di masa depan, selain kehilangan nilai informasi identifikasi pribadi mereka,"tulis hakim tersebut seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/9/2017).

Koh mengatakan beberapa penggugat juga menuduh mereka menghabiskan uang untuk mengagalkan pencurian identitas masa depan atau penipu telah menyalahgunakan data mereka.

Sementara banyak klaim dihentikan, Koh mengatakan bahwa penggugat bisa mengubah keluhan mereka untuk meninggali kekhawatirannya.

"Kami percaya ini merupakan kemenangan yang signifikan bagi konsumen, dan akan mengatasi kekurangan yang ditunjukkan oleh pengadilan," kata John Yanchunis, seorang pengacara untuk penggugat yang memimpin sebuah komite eksekutif yang mengawasi kasus tersebut.

"Ini merupakan pelanggaran data terbesar dalam sejarah dunia,"lanjutnya.

Juru bicara Verizon Bob Verettoni mengatakan perusahaan yang berbasis di New York menolak memberikan komentar mengenai proses pengadilan yang tertunda. Yahoo! sekarang merupakan bagian dari unit Verizon yang disebut Oath.

Dalam surat pengadilan, Yahoo! berpendapat bahwa pelanggaran tersebut merupakan sebuah kemenangan ketekunan kriminal oleh penjahat dunia maya, dan tak ada sistem keamanan yang bisa di hack-proof.

Pada 15 Maret lalu, Departemen Kehakiman AS mendakwa dua petugas Dinas Keamanan Federal Rusia dan dua hacker sehubungan dengan pelanggaran kedua pada akhir 2014.

Pelanggaran Agustus 2013 mempengaruhi lebih dari 1 miliar akun, sementara pelanggaran 2014 berdampak lebih dari 500 juta. Pelanggaran ketiga terjadi pada 2015 dan 2016.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini